Iwan menambahkan, kegiatan Boling diupayakan terlaksana, diawali tanggal 17 Maret dan dilanjutkan setiap hari Rabu di setiap bulannya. Dengan program Boling ini, ia ingin menjaring aspirasi langsung dari masyarakat.

Melalui kegiatan ini, lanjut Iwan, Pemkab Bogor dapat melihat melihat langsung dinamika yang terjadi di tengah masyarakat sebagai panduan pengambilan kebijakan. Tentunya dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat jika diperlukan ada test Rapid Antigen sebelumnya.

“Maka saya perintahkan agar dinas terkait membantu segala yang dibutuhkan untuk melaksanakan program Boling. Diskominfo harus bisa membantu memfasilitasi jaringan ke desa dan kecamatan. Pasikan pada H-2 jaringan sudah tersedia dengan baik sehingga tidak terjadi masalah pada saat pelaksanaan Boling,” tandasnya.

Baca Juga  Headline Bogor | Bupati Bogor Bersama Forkopimda Gelar Tasyakuran HJB ke 538

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin menambahkan, terkait tempat pelaksanaan Boling diserahkan kepada masing-masing Camat. Diharapkan semua unsur hadir tetapi dibatasi hanya perwakilan, sehingga tidak terlalu banyak yang hadir. Sementara rombongan Bupati dibatasi maksimal 30 orang saja.

“Yang terpenting, perketat protokol kesehatan, test Rapid Antigen dapat digunakan untuk mendukung kegiatan Boling kepada peserta Boling. Jangan sampai Boling menjadi kluster baru penularan Covid-19,” tambah Burhanudin. (*)