JAKARTA – Organisasi Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (PIB) IPB melakukan audiensi dan bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Pelaksanaan audiensi digelar di Kantor Wakil Presiden RI Jakarta Pusat. Kegiatan audiensi bermaksud untuk meredam isu-isu radikalisme di ranah kampus.
PIB selaku organisasi mahasiswa IPB University bergerak lebih awal dalam merespon peraturan Kemenrestekdikti No 55 tahun 2018 yang berisikan tentang ideologi pembinaan pancasila. PIB bertujuan sebagai oraganisasi yang dapat mewujudkan dari upaya menjaga nilai-nilai pancasila dan menjaga keberagaman yang ada dikampus pertanian.
Pertemuan dengan BPIP diawali oleh pemaparan tentang maksud dan tujuan BPIP terlebih dahulu dan sejarah pembentukannya. Koordinator Presidum PIB Ramdani menuturkan “PIB dibentuk untuk meredam dan menangakal adanya penyelewengan tindakan keberagamaan dalam Kampus IPB dengan program-program penyelarasan pembinaan ideologi bersama BPIP”.
Kedatangan PIB disambut baik oleh Toni Sirait selaku Stafsus Dewan Pengarah dan Evi Siregar selaku Direktur Hubungan Antara Lembaga. “Kegiatan PIB sangat selaras dengan kegiatan yang dilakukan oleh BPIP dalam pembinaan ideologi bangsa diranah-ranah kampus” Ujar Evi Siregar.
PIB memiliki ambisi untuk membentuk Forum Mahasiswa Pengawal Ideologi Pancasila untuk memberikan jawaban atas radikalisme yang menjamah diranah-ranah kampus. “Gerakan PIB seharusnya melalui skema gerakan yang soft dan dapat diterima oleh kalangan mahasiswa tanpa perlawanan” Ujar Toni Sirait.
Sehingga keselarasan program pembinaan khususnya kurikulum yang harus sinergis dengan pembinaan ideologi bangsa yang di bentuk oleh BPIP. “PIB ini adalah gools dari pembinaan mahasiswa yang dapat menjadi rule model bagi BPIP untuk menyuarakan ke kampus-kampus lainnya” Ujar Evi Siregar.
Harapannya sinergitas dan kolaborasi pembinaan dan pengawalan terus berjalan bersama BPIP, dan rencananya BPIP akan mengundang para aktivis Ormawa PIB-IPB ini dalam rapat lanjutan bersama Direktur Bidang Pembinaan BPIP untuk memberikan masukan terkait program PIB yang akan dilaksanakan. (*)