KABUPATEN BOGOR – Dalam Rangka Milad yang ke-7, SMK Pesona Dywantara menggelar pentas Seni Sunda Reog dan wayang golek di halaman parkir sekolah. Dalam milad kali ini SMK Pesona Dywantara mengambil tema “Lestarikan Seni dan Budaya Sunda “. Puluhan siswa dan warga masyarakat Kampung Sinarjaya, Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng tumpah ruah untuk menyaksikan pagelaran tersebut.

Dalam sambutannya Ketua Yayasan SMK Pesona Dywantara, Budiantoro mengatakan, pagelaran pentas reog dan wayang golek ini bentuk pelestarian budaya lokal dalan rangkaian Milad ke 7 SMK Pesona Dywantara.

“Gelaran reog dan wayang golek ini dalam rangka memperingati milad SMK Pesona Dywantara, dan sekaligus janji saya kepada warga masyarakat sekitar sekolah yakni warga kampung Sinarjaya untuk menggelar wayang golek untuk dipersembahkan kepada mereka (warga),” kata Budiantoro, Selasa malam (12/2).

Baca Juga  Viral, Polisi Gendong Biduan Cantik di Pakansari Bogor

Budi menambahkan, selain itu juga gelaran wayang golek tersebut bagian cara sekolah memberikan pelajaran kepada para siswa akan pentingnya melestarikan kesenian budaya Sunda.

“Kegiatan wayang golek ini juga bagian dari upaya untuk melestarikan budaya Sunda agar siswa SMK Pesona Dywantara tidak lupa bahwa betapa pentingnya melestarikan budaya daerah,” tambahnya.

Budi berharap dengan gelaran ini mampu mengikis budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya ketimuran, seperti perayaan Valentine yang tentu akan menggerus kelestarian budaya asli Indonesia.

Baca Juga  Pemkab Bogor Gerak Cepat Tangani Bencana Longsor Desa Gunung Geulis

“Lebih baik menyaksikan seni wayang golek dari pada merayakan perayaan Valentine, ” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Ketua KCD Provinsi Jawa Barat, Dadang Sufiyan mengatakan, untuk pertama kalinya ia mendatangi SMK Pesona Dywantara dan mengadakan gelaran seni wayang golek yang merupakan salah satu kegiatan pendidikan karakter siswa di era abad 21.

“Seni wayang golek salah satu wujud pendidikan karakter karena didalamnya terdapat pendidikan karakter soal di siplin, suportitas, justru saya nunggu wayang golek nya,” Pungkasnya.

(Agil)