KABUPATEN BOGOR – Orang nomor satu di Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo kembali mendatangi korban longsor terpantau Presiden berada di Kampung Bannar, Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Presiden didampingi Menteri Lingkungan Hidup, Menteri PUPR, Menteri Sekretaris Negara, Gubernur Jawa barat, Ridwan Kamil serta Bupati Bogor, Ade Yasin. (03/2).

Korban dan warga yang terdapak bencana berharap dengan kedatangan orang nomor satu di Republik ini, dapat segera direlokasi, serta dapat segera terpenuhinya kebutuhan warga terutama air bersih serta aliran listrik yang sudah satu bulan padam.

Salah satu warga korban bencana, Nurlela berharap dengan hadirnya kembali Presiden, dapat segera membantu dirinya dan warga lainnya yang menjadi korban bencana. Terutama dalam hal tempat tinggal, ia ingin segera dibangun kembali.

Baca Juga  Headline Nasional | PWI Dukung Gagasan Platform Ekosistem Olahraga SPORTBLOC

“Dengan hadirnya kembali Pak Jokowi, kami warga berharap agar rumah yang rusak akibat pasca bencana tersebut segera dibangun atau di relokasi ke tempat yang lebih aman, dan ada bantuan air bersih serta perbaikan infrastruktur jalan yang ruksak dan tidak adanya aliran listrik hingga malam hari penerangan dengan mengunakan lilin,” ucapnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo berharap penanganan pasca bencana yang terjadi di Kabupaten Bogor tidak hanya pada pendekatan fisik dan infrastruktur namun juga pendekatan dalam bidang ekologi.

“Pendekatan kita sekarang bukan hanya pendekatan – pendekatan fisik atau bangunan saja tapi juga pendekatan ekologi, untuk pendekatan ini kita siapkan untuk Sukajaya sekarang ini kurang lebih 92 ribu tanaman, baik untuk sisi ekonominya misalnya, jengkol, durian, petai, sengon tapi juga ada dari sisi perbaikan ekologi, perbaikan ekosistem, vetiver karena jenis tanaman ini akarnya sampai dengan 2 hingga 3 meter,” Terang Presiden.

Baca Juga  Cek Ketersedian Bahan Pokok Jelang Idul Fitri, Jokowi Kunjungi Pasar Minggu

Presiden Joko Widodo berharap dengan pendekatan fisik dan pendekatan ekologi kedepan pencegahan bencana yang ada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor dapat teratasi.

“Sehingga kita harapkan dengan dua pendekatan ini bencana yang terkait dengan banjir, longsor kita bisa selesaikan,” tandas Presiden.(Agil)