
JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi membuka pendaftaran penerimaan anggota baru untuk Tahun Anggaran 2025. Kali ini, Polri mengutamakan perekrutan secara proaktif (rekpro) terhadap para hafiz Alquran dan memberikan kesempatan lebih luas kepada santri pondok pesantren.
Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa merekrut anggota dari kalangan santri memiliki banyak keunggulan.
“Pendidikan karakter di pondok pesantren dikenal sangat kuat, sehingga para santri diharapkan memiliki nilai-nilai moral dan etika yang baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/2).
Dedi menambahkan, santri terbiasa dengan disiplin yang ketat, sehingga diharapkan mampu mengikuti aturan dan prosedur dengan baik.
“Mereka juga terbiasa hidup dalam lingkungan sederhana, sehingga memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap situasi baru,” jelasnya.
Selain itu, kemampuan bekerja sama, menghadapi tekanan, dan menghormati sesama juga menjadi pertimbangan utama dalam perekrutan ini. Berikut data penerimaan anggota berlatar belakang pesantren dan hafiz Alquran dalam empat tahun terakhir:
Komjen Dedi menegaskan, Polri terus melakukan pembenahan dan penguatan sistem rekrutmen untuk memastikan integritas calon anggota.
Proses rekrutmen Polri telah memenuhi standar International Organization for Standardization (ISO) 9001:2015, sebagai bukti komitmen Polri dalam menjaga kualitas seleksi.
“Secara berkala, Polri terus memastikan proses seleksi memenuhi standar, bahkan melebihinya,” tegas Dedi.
Selain itu, SSDM Polri menekankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (Betah) dalam seluruh proses penerimaan anggota baru.
Evaluasi internal juga terus dilakukan untuk memastikan sistem rekrutmen berjalan optimal. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, rekrutmen dari jalur santri tetap menjadi program prioritas.
“Kami ingin memiliki polisi yang tidak hanya menguasai ilmu kepolisian, tetapi juga memiliki kematangan karakter,” ujarnya dalam Munas dan Konbes NU di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/2).
Jenderal Sigit menilai, santri telah dibekali pendidikan keimanan yang kuat, sehingga diharapkan mampu menghadapi berbagai godaan dalam bertugas.
“Dengan iman yang kuat, mereka bisa bertahan menghadapi tantangan dan godaan. Oleh karena itu, rekrutmen jalur santri harus terus dilanjutkan,” ucapnya.
Kapolri juga mengucapkan terima kasih kepada Nahdlatul Ulama (NU) dan pondok pesantren yang telah mendorong santri-santri terbaiknya untuk bergabung dengan Polri.
“Kami berharap anggota Polri baru ini dapat menjadi contoh yang baik di masyarakat,” pungkasnya. (MS)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !