Ketiga, Gubernur mendorong penggunaan aplikasi dan teknologi yang sama dalam memantau mobilitas masyarakat, agar tidak ada perbedaan data antara Pemerintah Pusat dengan Pemda. Ia mencontohkan, disiplin pakai masker dan jaga jarak jika mengacu pada data aplikasi pemantauan, tingkat kedisiplinan warga Jawa Barat dalam memakai masker adalah 86%, dan menjaga jarak 83%.

Baca Juga  Headline Jawa Barat | BPS Sebut Jawa Barat Pada Bulan September Alami Deflasi

“Namun data tersebut berbeda dengan data berdasarkan aplikasi pemantauan yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Karena tingkat kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan berada di bawah 75,” imbuhnya.

Ridwan Kamil tidak mempermasalahkan penggunaan teknologi dari Google, Facebook, dan lain- lain. Namun cara mengukurnya harus satu patokan agar tidak ada perbedaan data. Sebab, pejabat publik di daerah harus terus berkomunikasi dengan masyarakat sehingga datanya harus sinkron.

Baca Juga  Kunjungi Galeri Rasulullah, Warga Dapat Pesan Tiket di Sapawarga

“Mohon izin kepada Kepala BNPB (teknologi) perlu disinkronisasi,” tutup Ridwan Kamil. (*)