Menurutnya lagi, dana untuk belanja pegawai biasanya terserap dengan baik. “Kalau untuk jalan dinas, ASN di tiap OPD lebih kreatif dan berinovasi, tapi untuk masyarakat tunggu dulu. Itu yang selama ini terjadi. Ini harus menjadi bahan evaluasi kepala daerah, jangan biarkan terus berlanjut,” katanya.
Ia berharap agar kepala daerah harus menilai dan mengevaluasi OPD di tiap tahun agar diingatkan bila Silpa masih tinggi. Sebaliknya yang berkinerja bagus diberi apresiasi
“Harusnya, OPD dievaluasi tiap tahun terkait realisasi anggaran. Yang kedapatan rendah diberikan peringatan agar berbenah, jika meningkat dari tahun-ketahun, maka harus ada sanksi,” harapnya.
Dengan meningkatnya silpa, masyarakat dikorbankan karena masih banyak program kegiatan yang dibutuhkan masyarakat seperti masih banyaknya sekolah rusak, jalan rusak dll “ini kan keblinger namanya” Silpa tinggi tapi keperingan masyarakat terabaikan. ” Pungkasnya.
(Agil)