BOGOR – Penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia kian meluas, untuk mencegah penyebaran wabah tersebut Pemerintah pusat maupun daerah terus mengkampanyekan menjaga jarak aman atau social distancing serta berdiam diri rumah baik melalui portal berita, sosial media bahkan turun langsung ke lapangan.
Sekjend Pemuda Nasional (Pemnas), Sandi Muhammad Ilham berharap masyarakat dapat mematuhi himbauan pemerintah untuk berdiam di rumah dan menjaga jarak dalam situasi saat ini.
“Masyarakat masih membandel, lantaran masih berkeliaran dengan hal-hal yang tidak penting, contohnya saja anak sekolah nongkrong, kantor dan tempat sajian kuliner pun masih tetap buka, hal ini artinya tidak ada kesadaran masyarakat secara umum, baik masyarakat sebagai pengusaha maupun masyarakat sebagai pengunjung,” ujar Sandi.
Untuk itu sekali lagi Sandi berharap masyarakat untuk patuh dengan himbauan pemerintah baik pusat maupun daerah.
“Maka masyarakat harus nurut sama pemerintah, giliran kena virus nanti siapa yang repot? Pemerintahkan? Minta tanggung jawab ke pemerintahkan? Kalo rugi diri sendiri masyarakat gak mau kan? Makanya nurut diem di rumah,” tegas Sandi.Sandi melihat upaya pemerintah dalam hal ini melakukan tanggap bencana seakan tidak di apresiasi atau diindahkan. Masyarakat masih membandel dengan berkeliaran untuk hal yang tidak penting.
“Artinya hal ini tidak sinkron, pemerintah mengingatkan dalam sektor pencegahan, masyarakat malah seperti menantang kondisi yang terjadi saat ini,” tambahnya.
Sandi kembali berharap ketegasan pemerintah pusat maupun daerah dalam menerapkan himbauan dan instruksi yang dikeluarkan agar penyebaran wabah ini bisa dikendalikan bahkan dihentikan.
“Hal ini perlu ketegasan pemerintah dalam melakukan himbauan atau intruksi. Bagi saya lakukan saja lockdown, karena lockdown adalah tindakan pencegahan paling alternatif secara massal. Sekarang kita berfikir lagi jika tidak dilakukan lockdown sektor ekonomi lumpuh dan masyarakat pun akan bertambah yang menjadi korban, tapi jika dilakukan lockdown sektor ekonomi akan tetap sama lumpuh, namun masyarakat pun bisa terselamatkan,” pungkas Sandi. (*)