
JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi pendapatan hingga Juli Rp. 922,2 triliun atau 54% dari target Peraturan Presiden (Perpres) 72 sebagai landasan APBN.
“Pertumbuhan dibanding tahun lalu -12,4. Dari sisi penerimaan perpajakan kita sudah Rp711,0 triliun atu 50,6% dari target pendapatan perpajakan sebesar Rp1.404,5 triliun. Pendapatan perpajakan dibanding Juli tahun 2019 artinya -12,3%,” paparnya, dalam konferensi pers APBN kita (Kinerja dan Fakta).
Sri Mulyani menambahkan, kinerja pendapatan dari pajak dan bea cukai dimana keduanya mengalami penurunan namun pertumbuhan pajak menyentuh level minus sedangkan bea cukai masih positif.
“Kalau kita breakdown pajak dan bea cukai, untuk pajak terkumpul Rp601,9 triliun atau 50,2% dibandingkan target Perpres 72 yang sebesar Rp1.198,8 triliun. Namun kalau kita lihat dari sisi growth dibanding tahun lalu -14,7%. Ini lebih dalam dari yang kita perkirakan.
“Kita perhatikan dari faktor-faktor dari penerimaan pajak tersebut. Untuk Bea Cukai, kita mengumpulkan Rp109,1 triliun atau 53%. Ini masih positive growth dibanding tahun lalu sebesar 3,7%. Walaupun masih positif tapi bila dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 13,2%, ini sangat rendah,” jelasnya.
Pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga mengalami penurunan disebabkan harga komoditas yang menurun bahkan sebelum ada pandemi Covid-19. Namun hingga Juli 2020, sudah berhasil terkumpul 71% dari target.
“PNBP kita mengalami juga mengalami dampak yang sama karena harga komoditas mengalami pukulan dibandingkan kondisi sebelum Covid. Sehingga kita mengumpulkan Rp208,8 triliun atau 71% di dalam Perpres, namun dibanding tahun lalu negative growth 13,5%. Dalam PNBP juga termasuk dividen dan surplus Bank Indonesia yang mengalami perubahan sangat besar,” pungkasnya. (*)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !