KABUPATEN BOGOR – Sosiolog Pedesaan IPB University, Sofyan Sjaf menilai, program bantuan keuangan Satu Miliar Satu Desa (SaMiSaDe) yang diluncurkan Bupati Bogor, Ade Yasin merupakan program mulia, terlebih di masa pandemi Covid-19.

Namun, menurut Sofyan, perlu kehati- hatian dalam proses verifikasi dan uji kelayakan terdapat desa-desa yang akan menerima bantuan tersebut.

” Bantuan 1 Miliar harus tepat target, Belajar dari Dana Desa (DD) dan Bansos, ketiadaan Data Desa Presisi berdampak terhadap bantuan menjadi “lost target” dan hal tersebut sangat di sayangkan,” ujarnya.

Baca Juga  Headline Bogor | Restoran Berdiri Di Induk Rumah Sakit, Dirut RSUD : Ada Peraturan Bupatinya

Sementara itu, terkait perwujudan dari bantuan keuangan sebesar Rp 331,8 Miliar untuk 349 desa yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur desa, Sofyan mengatakan, kondisi Infrastruktur desa di Kabupaten Bogor sudah cukup baik, yang perlu di perhatikan di desa ditengah pandemi Covid19 saat ini menurutnya adalah konsolidasi ekonomi yang bisa meningkatkan Income generating.

Baca Juga  Terkait Polemik Lahan Warga Bojongkoneng, Rudy Susmanto Akan Bersurat ke DPR RI

“Tidak semua desa- desa di Kabupaten Bogor membutuhkan infrastruktur, karena infrastruktur sudah sangat baik, yang dibutuhkan saat ini di desa adalah konsolidasi ekonomi, pengembangan ekonomi lokal berbasis sumberdaya desa,” jelasnya.