Namun demikian, Sofyan menambahkan pengembangan ekonomi lokal tersebut, harus berbasis data desa presisi karena data tersebut belum dimiliki oleh desa-desa di kabupaten Bogor.

“Jika pun ada, masih sebagian kecil saja. Desa  yang sebagian kecil ini adalah desa-desa yang didampingi LPPM IPB University,” imbuhnya.

Dan terkait mengapa perlunya mengembangkan ekonomi lokal ditengah pandemi Covid-19 saat ini, Sofyan menjawab berdasarkan studinya yang berangkat dari data desa presisi. Potensi Kabupaten Bogor adalah sektor pertanian yang semestinya bisa menjawab kebutuhan pangan di pedesaan.

Baca Juga  Headline Bogor | Ade Yasin Minta 57 Pejabat Yang Baru Dilantik Untuk Tingkatkan Kerjasama

“Jika sektor pertanian diurus dengan baik, dan Pemkab Bogor fokus, sektor ini bisa menjawab kebutuhan pangan di pedesaan yang tidak sedikit perputaran uangnya. Dipedesan Kabupaten Bogor perputaran uang per bulan terkait food consumtion sebesar 3.5- 4 Miliar dan ini angka yang luar biasa untuk memulihkan perekonomian di desa, sembari memanfaatkan lahan lahan di Kabupaten Bogor yang belum tergarap optimal, ” jelasnya.

Baca Juga  Headline Bogor | Kecamatan dan Desa di Ciampea Lakukan Penyesuaian Pelayanan Untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Untuk itu Sofyan mengatakan semua point tersebut hanya bisa dilakukan jika desa di kabupaten Bogor memiliki Data Desa Presisi, dan pemerintah juga perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendampingi desa desa yang di maksud.