“Alhamdulillah ini lebih rendah 5,04% dari target 17,83% di tahun 2020,” tegas Bupati Bogor.
Menurutnya, untuk penajaman sasaran wilayah penanganan stunting, pada tahun 2020 telah ditetapkan 38 desa di 14 kecamatan Kabupaten Bogor sebagai lokus fokus intervensi stunting. Untuk tahun 2021, terdapat 68 desa dari 26 kecamatan di Kabupaten Bogor yang menjadi lokasi fokus intervensi.
“Bentuk intervensi pencegahan stunting dilakukan melalui intervensi spesifik langsung oleh Tenaga Kesehatan (Nakes) melalui imunisasi, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan Balita, pemantauan pertumbuhan dan sebagainya. Saya minta kepada seluruh kecematan untuk terus sosialisasikan ini, jangan sampai anak-anak diberikan menu yang tidak sesuai usianya sehingga menyebabkan kurang gizi, karena efeknya bukan hanya stunting tetapi ususnya juga terluka,” himbaunya.
Upaya lain pencegahan stunting juga dilakukan dengan tidak langsung atau intervensi sensitif melalui, penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, peningkatan pendidikan, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan kesetaraan gender.
Berbagai kajian menunjukan penerapan pola hidup bersih sehat khususnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun yang meningkat pesat selama pandemi berkorelasi pada menurunnya angka kasus diare dan infeksi yang menjadi salah satu penyebab stunting, jadi kebiasaan hidup bersih juga jadi salah satu menghindari stunting. Itu harus dipertahankan sebagai salah satu bentuk intervensi sensitif mengurangi tingkat stunting kedepan secara keseluruhan.
“Jadi pola hidup sehat juga dapat mencegah terjadinya stunting harus disosialisasikan secara massif. Saya harap seluruh stakeholder dalam rembuk stunting ini dapat menjalankan komitmen untuk bersinergi demi terwujudnya Bogor Bebas Stunting, tercapainya Karsa Bogor sehat dan terwujudnya visi Kabupaten Bogor Termaju, Nyaman Dan Berkeadaban,” imbuhnya.
Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menegaskan, rembuk stunting merupakan bukti Pemkab Bogor untuk mewujudkan Bogor Bebas Stunting 2024. “Kegiatan ini adalah komitmen awal, saya sangat apresiasi kepada seluruh stakeholder atas komitmen dan kerjasama menangani stunting. Sesuai dengan Perbup ada 104 desa atau 124 ribuan Balita yang jadi lokus dan sasaran kita melalui rempug stunting, oleh karena itu kita fokus terhadap data ini” tegas Wabup.
Selanjutnya, Team Leader INEY Bangda Kemengadri Regional 2, Imam Al Muttaqin menuturkan, ada lima pilar dalam Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting melalui 8 aksi konvergensi. Peran Kemendagri tedapat di pilar ke-1, 3 dan 5. “Mulai dari peningkatan komitmen, peningkatan konvergensi, intervensi spesifik dan intervensi sensitif, dan penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi di daerah,” imbuhnya l. (*)