KOTA BOGOR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Atang Trisnanto menilai, progres pembangunan Masjid Agung, yang berada dalam satu area atau bersebelahan dengan alun – alun Kota Bogor hingga akhir tahun 2021 tidak sesuai harapan.
Dikutip dari kanal berita bogornetwork.com, berdasarkan hasil sidak Komisi III DPRD dan yang pernah ia lakukan, Atang menyatakan bahwa progress pembangunan yang dilakukan selama Oktober sampai awal Desember 2021 lalu tidak sesuai harapan. Untuk itu, dirinya meminta agar sisa pekerjaan bisa dikebut dan diselesaikan tepat waktu sesuai kontrak kerja.
“Pembangunan tahun ini dengan target hingga atap dan kubah, harus selesai tepat waktu akhir Desember 2021. Sebab, dengan selesainya pekerjaan tahun ini, maka pembangunan interior dan lanjutan bisa dikerjakan tahun depan, sehingga Masjid Agung bisa digunakan secepatnya”, jelas Atang.
Sementara itu, Ketua Forum Pemerhati Jasa Konstruksi & Pembangunan (FPJKP), Toriq Nasution menilai konstruksi pembangunan Masjid Agung terdapat kegagalan, dapat dilihat dari dibuatnya kolom – kolom beton yang baru, jadi tidak melanjutkan kolom beton yang sudah ada.
“Kalau kolom – kolom beton atau tiang beton yang ada digunakan, maka tidak akan mampu menahan beban, karena itu dibuatlah tiang – tiang baru, dan itu pemborosan,” jelasnya.
Toriq berharap tidak terjadi sesuatu yang diinginkan kelak. Namun menurutnya, jika melihat kontruksi saat ini banyak kekhawatiran.
“Karena beban tetapnya saja sudah over, belum lagi nanti beban tidak tetap yaitu beban orang – orang yang akan melaksanakan sholat, harusnya ini dihitung kembali oleh konsultan perencana, belum lagi beban – beban lain,” tandasnya. (*)