KABUPATEN BOGOR – Bupati Bogor, Ade Yasin melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tindak Lanjut Penataan Kawasan Simpang Ciawi guna mengatasi kemacetan, bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Budi Setiyadi, Dishub Provinsi Jawa Barat, Walikota Bogor, BPTJ, PT. Jasa Marga, Kementerian PUPR dan jajaran Kementerian Perhubungan RI, di Ruang Rapat Singosari Jakarta, Jumat (4/3).
Ada tujuh langkah yang disepakati melalui Rakor Tindak Lanjut Penataan Kawasan Simpang Ciawi yakni, pertama pembangunen fly over dengan mereview DED tahun 2016 oleh Kementerian PUPR serta pembebabasan lahannya oleh Pemerintah Pusat.
Kedua, melakukan beautifikasi di sekitar perempatan arah Ciawi dilakukan oleh Jasa Marga sejalan dengan penyediaan fasilitas pickpoint Angkutan Bus Transjabodetabek yang dilakukan oleh BPTJ.
Lalu ketiga, pembangunan terminal tipe A. Keempat, melalukan kajian rencana pembangunan fasilitas dan pemadu intermoda di sekitar kawasan Simpang Ciawi yang dllakukan oleh BPTJ.
Kelima, melakukan optimalisasi skema anggaran pembangunan melalui APBN, KPBU dan pihak swasta. Keenam, traffic light di Perempatan Ciawi difungsikan kembali. Ketujuh, menjadikan Kawasan Bopunjur sesuai dengan Perpres Nomor 60 Tahun 2020 sebagai Kawasan Prioritas Nasional.
Bupati Bogor Ade Yasin mengungkapkan, penataan Simpang Ciawi adalah bagian dari tujuh titik penataan yang direncanakan di Kabupaten Bogor untuk mengatasi permasalahan kemacetan di Kabupaten Bogor, karena berbatasan dan bersebelahan dengan Kota Bogor maka penataannya dilakukan secara kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor.
Menurutnya, penataan Simpang Ciawi ini dilakukan karena kebutuhan, sebab Ciawi menuju Puncak itu adalah destinasi wisata yang cukup strategis, setiap Sabtu-Minggu atau weekend itu pasti dipadati oleh turis-turis lokal. Begitu juga dengan Kota Bogor merupakan tempat wisata yang tentunya harus terintegrasi juga dengan Kabupaten Bogor.
“Tadi kami sudah lakukan Rakor beberapa hal sudah disampaikan dan disepakati, mudah-mudahan bisa disampaikan ke Pak Menko Marves untuk di tindaklanjuti. Penataan Simpang Ciawi Ini adalah sesuai kebutuhan, sehingga kami perlu bantuan dan campur tangan pusat untuk menangani masalah Ciawi ini, sebab sekitar Ciawi dan Kota Bogor itu jalannya adalah jalan nasional, sehingga kami butuh integrasi untuk penataan Ciawi ini,” ungkap Bupati Bogor.
Ade Yasin menambahkan, selain penataan kawasan Simpang Ciawi, mengatasi kemacetan Puncak juga salah satu upaya yang terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, salah satunya dengan mendorong pembangunan jalur Puncak 2, bakan sudah disepakati oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui pertemuan antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor dengan Forkopimda Kabupaten Cianjur.