Menurut Jenal, keputusan untuk kembali aktif bekerja didorong oleh rasa tanggung jawab terhadap berbagai regulasi serta pelayanan publik yang harus terus berjalan di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.

Ia mengaku tidak ingin kehadirannya yang sempat terhenti justru menghambat aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan pelayanan pemerintah.

“Saya harus aktif karena banyak regulasi yang berjalan. Kasihan masyarakat kalau sampai tidak terlayani kemarin,” ungkapnya.

Baca Juga  Ini Jurus Bima-Dedie untuk Bersihkan LGBT dan Tekan Perceraian di Kota Bogor | Headline Bogor

Terkait penyakit yang dialaminya, Jenal tidak merinci secara khusus. Namun ia menegaskan bahwa saat itu kondisi kesehatannya memang sedang menurun dan membutuhkan penanganan serius.

Kehadirannya dalam kegiatan Pekan Panutan Pajak tersebut juga dimaksudkan sebagai contoh bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor agar tetap disiplin dan taat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. (DR)