Komandan Kodim 0318 Natuna Letkol (CZI) Ferry Kriswardana menyatakan apresiasinya kepada pihak ACT yang telah berinisiasi dalam gerakan Aksi Bela Indonesia, “Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi dengan kehadiran tim ACT dan bantuannya di Natuna. Bantuan ini juga sudah kami sampaikan ke DPRD, bupati, dan semua aparat pemerintah yang terlibat. Semua aparat menyampaikan terima kasih, dan aksi ini luar biasa. Bantuan ini membantu beban masyarakat yang kebetulan semua nelayan dan masyarakat sipil yang mayoritas bekerja di laut sedang menghadapi cuaca ekstrem dan sementara tidak melaut. Kami juga sudah menyampaikan ke semua masyarakat sipil untuk selalu bersinergi dan berkolaborasi untuk menghadapi kondisi yang ada saat ini. Harapan dari kita, bantuan-bantuan yang hadir di sini bisa menjadi awal untuk kolaborasi jangka panjang ke depannya,” ujar Ferry.
Seperti yang kita tahu, telah terjadi pelanggaran kapal-kapal Cina di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia. Laut Natuna selama puluhan tahun masuk wilayah Indonesia yang ditetapkan oleh United Nations Convention for the Law of the Sea (UNCLOS) pada 1982. Situasi di perairan Natuna memanas akibat kapal-kapal China berlayar di wilayah tersebut. Kementerian Luar Negeri Indonesia sudah melayangkan nota protes, namun China mengklaim kawasan itu masih termasuk kawasan jalur nelayan tradisionalnya sejak dulu.
Ibnu Khajar selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap menyikapi situasi yang ada dengan mengajak semua elemen bangsa untuk bergerak bersama-sama. ”Mari kita semua bergerak, kita jangan pernah lupa darah-darah pejuang yang ada. Lupakan semua masalah bencana yang ada, perbedaan suku, agama, ras yang ada, ayo kita bersatu. Kita ingin memastikan semua elemen bangsa menunjukkan wibawa negara kita baik dari bantuan dana, tulisan-tulisan, tenaga, dan lainnya. Saat ini, kami sudah menyiapkan bantuan untuk semua aparat melalui bantuan 1.000 ton pangan. Saatnya seluruh elemen bangsa, harus ikut Aksi Bela Indonesia. Lupakan perbedaan, satukan gerak kita, supaya bangsa dan aparat kita kuat dan tegar dalam menjaga kondisi negara saat ini. Hari ini kita ajak semua profesi dan semua kelas untuk tunjukkan rasa nasionalisme melalui gerakan Aksi Bela Indonesia,” ajaknya.
Di akhir acara, Dwiko Hari Dastiriyadi selaku Direktur Disaster Emergency Response Management (DERM) – ACT juga menambahkan, “Selama seminggu ini tim kami sudah berada di Natuna. Ini merupakan agenda tindak lanjut. Sebelum ada masalah ini, kami sudah membersamai masyarakat nelayan dan aparat-aparat yang menjadi penjaga utama di daerah sana. Pada kesempatan ini, hampir satu bulan lebih nelayan sedang tidak melakukan pekerjaannya karena cuaca ekstrem yang ada. Kami ingin masyarakat, saat ini terbantu melalui program ini. Mudah-mudahan atas bantuan logistik ini bisa didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia dan dapat menjadi program yang dapat berkelanjutan,” tutupnya (*)