KOTA BOGOR – Aksi damai yang dilakukan oleh Keluarga Mahasiswa Universitas Pakuan di Bogor menuntut penyelesaian bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pelanggaran HAM, penolakan revisi UU KPK, serta kriminalisasi aktivis dan ulamadi depan Terminal Baranangsiang berakhir ricuh. (20/9)

Diduga kericuhan berawal dari tindakan refresif aparat Kepolisian yang hendak membubarkan aksi. Akibatnya saling dorong tidak terelakan, dan diduga pula tindakan kekerasan dilakukan oleh pihak Kepolisian.

Baca Juga  Bukan Jabatan Politis, Ace Hasan Tolak Rektor UIN Dipilih Langsung Oleh Menag

Akibat insiden tersebut, 5 orang peserta mengalami luka – luka, 3 orang luka berat di bagian kepala, dan 2 luka ringan dan sampai saat ini masih dilakukan perawatan secara intensif di rumah sakit BMC Bogor.

Saat dikonfirmasi, peserta aksi Nurdin membenarkan peristiwa tersebut, “Sementara masa Aksi Keluarga Mahasiswa Universitas Pakuan masih bertahan di kampus untuk bersolidaritas bersama,” ujarnya. (*)

Baca Juga  Headline Nasional | Tak Maslahat Untuk Umat, Kongres Umat Islam VII Dorong Legislator Tolak Omnibus Law