BANTEN – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, beberapa hari terakhir dipastikan menurun, dibandingkan dua pekan lalu yang mengeluarkan letusan dan hembusan.

“Meski aktivitas perkembangan Anak Krakatau menurun, namun berstatus Siaga Level III, dengan radius 5 Km dari kawah,” kata Windi, petugas pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pos Pasauran Kabupaten Serang, Sabtu (12/1/2019).

Berdasarkan pemantauan seismograf aktivitas Anak Krakatau sejak pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB, hanya empat kali kegempaan tektonik. Sedangkan, aktivitas Anak Krakatau sepanjang Jumat (11/1), satu kali kegempaan vulkanik dan dua hembusan.

Baca Juga  Headline Nasional | Sukseskan Perayaan HPN, PWI Riau dan Panitia HPN Audiensi dengan Bupati Siak

Aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami kecenderungan menurun, namun masih berstatus siaga level III dengan radius 5 Km dari kawah gunung.

“Kami meminta masyarakat tidak mendekati Anak Krakatau, karena masih berbahaya, walaupun trennya mengalami penurunan,” jelasnya.

Menurut dia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, hingga kini terus mengoptimalkan pengamatan dan evaluasi adanya penurunan aktivitas Anak Krakatau.

Baca Juga  Terkait Dugaan Ijazah Palsu Direksi, Ini Tanggapan Perumda Tirta Pakuan

“Kami meminta masyarakat tidak mendekati Anak Krakatau, karena masih berbahaya, walaupun trennya mengalami penurunan,” jelasnya.

Menurut dia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, hingga kini terus mengoptimalkan pengamatan dan evaluasi adanya penurunan aktivitas Anak Krakatau. (*)