BOGOR. — Arus kendaraan di jalur fungsional Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) terpantau mengalami kepadatan pada H+1 Lebaran, pada Ahad (22/3). Lonjakan volume lalu lintas ini dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat yang hendak berlibur ke sejumlah destinasi wisata di wilayah Sukabumi.
Kepala Induk PJR Tol BORR dan Bocimi, Kompol Suwito, menjelaskan bahwa jalur fungsional Bocimi sesi 3 telah beroperasi lebih dari satu pekan. Selama kurun waktu tersebut, jumlah kendaraan yang melintas mencapai puluhan ribu unit.
“Untuk tol Bocimi ini sudah berjalan hari ke-8 dan ke-9 untuk fungsional sesi 3. Dari 8 hari yang terlewati, ada 15.078 kendaraan yang sudah melintasi,” kata Suwito, dikutip Senin (23/3).
Ia menuturkan, pada H+1 Lebaran terjadi peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan sejak pagi hari. Hal ini terlihat dari tingginya jumlah kendaraan yang melintas pada shift pertama.
“Untuk hari ini arus lalu lintas cukup padat. Shift 1 tadi saja sudah 2.675 kendaraan yang melewati tol fungsional,” ujarnya.
Kepadatan juga terpantau di jalur menuju Parungkuda. Tingginya arus kendaraan di lokasi tersebut dipengaruhi oleh antusiasme masyarakat yang ingin berwisata ke kawasan Pantai Pelabuhan Ratu.
“Untuk arah Parungkuda cukup padat karena di sana ada wisata Pelabuhan Ratu. Jadi antusias masyarakat dari Sukabumi dan Bogor cukup tinggi,” ungkapnya.
Pengoperasian jalur fungsional Bocimi sendiri diberlakukan secara terbatas setiap harinya, yakni mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Pembatasan waktu ini dilakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan, mengingat belum tersedianya penerangan jalan umum di sepanjang jalur tersebut.
“Karena kondisi sudah gelap, belum ada penerangan jalan umum, maka pukul 17.00 WIB kita tutup,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi kepadatan, petugas telah menyiagakan tim urai di sepanjang jalur fungsional. Tim ini bertugas melakukan patroli serta penanganan cepat jika terjadi hambatan lalu lintas.
“Ada dua kendaraan dari PJR untuk mengurai apabila ada gangguan. Tadi sempat terjadi kepadatan sekitar 1 kilometer sebelum keluar Karang Tengah dan langsung ditangani,” katanya.
Di akhir keterangannya, Suwito mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang sebelum melintas di jalur fungsional Bocimi. Ia menekankan pentingnya keselamatan selama perjalanan, baik untuk mudik maupun wisata.
“Siapkan kendaraan, lengkapi surat-surat, dan pastikan kondisi pengemudi dalam keadaan prima. Ingat, keluarga menunggu di rumah dengan selamat,” pungkasnya. (MS)