
KOTA BOGOR – Pemuda Nasional (PemNas) Kota Bogor menyatakan akan melayangkan somasi keras terkait proses pemilihan Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor periode 2026–2031.
Organisasi kepemudaan tersebut menilai jabatan strategis di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya sektor pelayanan air minum, harus bebas dari kepentingan politik praktis, balas jasa kekuasaan, maupun praktik bagi-bagi jabatan.
Berdasarkan informasi yang beredar, Wali Kota Bogor disebut telah mengajukan tiga nama calon direksi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yakni Dani Rakhmawan sebagai calon Direktur Operasional, Muzakkir sebagai calon Direktur Pelayanan dan Bisnis, serta Teguh Setiadi sebagai calon Direktur Administrasi dan Keuangan.
Sekretaris Pemuda Nasional Kota Bogor, Nur Isman Iskandar, menegaskan bahwa tahapan pengusulan tersebut wajib diawasi secara ketat agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.
“Direksi Perumda Tirta Pakuan bukan jabatan politik. Jabatan ini bukan hadiah, bukan kompensasi, dan jangan pernah dijadikan ajang balas budi politik. Jika proses seleksi ternodai kepentingan non-profesional, maka yang dirugikan adalah masyarakat Kota Bogor sebagai penerima layanan,” tegas Nur Isman dalam keterangannya, Jumat (27/2).
Selain itu, pihaknya meminta agar hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) serta psikotes dibuka secara transparan kepada publik, sehingga masyarakat dan pegawai dapat mengetahui siapa kandidat yang benar-benar memenuhi aspek kompetensi.
Ia juga mengingatkan, apabila proses seleksi tetap dipaksakan tanpa menyelesaikan gesekan internal yang terjadi, maka kinerja Perumda Tirta Pakuan akan menjadi taruhannya. Konflik berkepanjangan di internal perusahaan dinilai berpotensi berdampak langsung terhadap menurunnya kualitas pelayanan air bersih bagi warga Kota Bogor. (DR).
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !