Bakamla RI Investigasi Insiden Pengusiran Nelayan Indonesia oleh SPCG di Perairan Pulau Nipah

Dok. Insiden Pengusiran Nelayan Indonesia oleh SPCG di Perairan Pulau Nipah/Ist)

JAKARTA – Personel KN Pulau Dana-323 Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) mengunjungi nelayan di Pulau Terong untuk menindaklanjuti laporan insiden pengusiran nelayan Indonesia oleh Singapore Police Coast Guard (SPCG). Insiden tersebut terjadi pada Selasa (24/12) di sekitar perairan Pulau Nipah, Kepulauan Riau.

Menurut laporan, salah satu nelayan Indonesia, Mahade, terlempar ke laut akibat gelombang besar yang diduga sengaja dibuat oleh kapal SPCG saat melakukan patroli di lokasi tersebut. Kejadian ini menuai perhatian serius dari pihak Bakamla RI.

Dipimpin oleh Penata Layanan Operasional Letda Bakamla Ryan Widiono, tim Bakamla RI menemui para nelayan yang menjadi korban untuk menggali informasi langsung serta memastikan kondisi mereka pasca kejadian.

Post ADS 1

Ketua Nelayan Pulau Terong, Jemisan, menjelaskan bahwa insiden terjadi saat para nelayan sedang memancing di wilayah yang diklaim masih termasuk perairan Indonesia, tepatnya pada koordinat N 01,11,880 E 103,37,500.

“Kapal SPCG menuduh kami melewati batas perairan lalu memaksa kami pergi dengan cara bermanuver hingga menciptakan gelombang besar. Salah satu rekan kami, Mahade, terlempar ke laut akibat gelombang tersebut. Beruntung, dia berhasil diselamatkan,” ungkap Jemisan.

Jemisan menambahkan bahwa pihaknya berharap pemerintah dapat memberikan sosialisasi terkait batas perairan Indonesia yang diperbolehkan untuk menangkap ikan. Ia juga mengecam tindakan SPCG yang dianggap membahayakan nyawa.

“Jika memang kami melanggar batas, tegurlah dengan cara yang baik dan tidak membahayakan,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Letda Bakamla Ryan Widiono menyatakan bahwa Bakamla RI akan memberikan penyuluhan kepada nelayan terkait batas wilayah untuk mencegah insiden serupa.

“Kami berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan bersama bagi para pengguna laut, termasuk nelayan Indonesia,” ujarnya.

Pertemuan ini juga dihadiri Ketua Adat Pulau Terong Pak Salman, perwakilan LSM setempat, dan empat personel KN Pulau Dana-323. (*/DR)

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !