SORONG – Bentrokan antara anggota TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan anggota Brimob di ruang tunggu keberangkatan Pelabuhan Sorong, Papua Barat telah dilakukan mediasi oleh pimpinan masing-masing instansi pada hari Ahad (14/4).

Peristiwa pertikaian ini bermula dari kesalahpahaman di tingkat individu, yang kemudian berujung pada perkelahian di Pelabuhan Sorong, sebelum berimbas pada pergerakan massa.

Baca Juga  Headline Nasional | ACT Berencana Kirimkan 10.000 Box Masker Untuk WNI di Hongkong

Pimpinan TNI dan Polri di wilayah Sorong telah melaksanakan mediasi untuk menyelesaikan sengketa ini.

Mereka menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut dan akan mengambil langkah hukum jika ada oknum yang terbukti melakukan pelanggaran.

Panglima Komando Armada III, Laksamana Muda TNI Hersan, mengungkapkan keprihatinan atas insiden ini yang merusak sinergitas TNI-Polri.

Baca Juga  Headline Nasional | Gubernur Sumbar Minta Masyarakat Patuhi Larangan Aktivitas Mudik - Balik

Ia juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas antara kedua institusi keamanan ini.

“Kapolda sudah menyampaikan permohonan maaf kepada TNI dan masyarakat umum, serta akan memberikan tindakan tegas kepada pelaku yang merusak soliditas TNI-Polri ini,” kata Pangkoarmada III.

Kedua belah pihak akan melakukan pendalaman dan penyelidikan lanjutan untuk mengidentifikasi oknum-oknum yang terlibat dalam insiden tersebut. (*/DR)