SORONG – Bentrokan antara anggota TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan anggota Brimob di ruang tunggu keberangkatan Pelabuhan Sorong, Papua Barat telah dilakukan mediasi oleh pimpinan masing-masing instansi pada hari Ahad (14/4).

Peristiwa pertikaian ini bermula dari kesalahpahaman di tingkat individu, yang kemudian berujung pada perkelahian di Pelabuhan Sorong, sebelum berimbas pada pergerakan massa.

Pimpinan TNI dan Polri di wilayah Sorong telah melaksanakan mediasi untuk menyelesaikan sengketa ini.

Baca Juga  Headline Nasional | Delegasi Ummul Quro Al-Islami Raih Penghargaan Pada Ajang Istanbul Youth Summit 2021

Mereka menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut dan akan mengambil langkah hukum jika ada oknum yang terbukti melakukan pelanggaran.

Panglima Komando Armada III, Laksamana Muda TNI Hersan, mengungkapkan keprihatinan atas insiden ini yang merusak sinergitas TNI-Polri.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas antara kedua institusi keamanan ini.

Baca Juga  Kembali Daftar Jadi Caleg DPD RI, Fahira Idris Bertekad Kuatkan Kolaborasi Warga

“Kapolda sudah menyampaikan permohonan maaf kepada TNI dan masyarakat umum, serta akan memberikan tindakan tegas kepada pelaku yang merusak soliditas TNI-Polri ini,” kata Pangkoarmada III.

Kedua belah pihak akan melakukan pendalaman dan penyelidikan lanjutan untuk mengidentifikasi oknum-oknum yang terlibat dalam insiden tersebut. (*/DR)