Dedie menekankan agar masyarakat tidak tertipu oleh produk yang tidak sesuai dengan label dan harga.

“Kalau memang beras premium, ya isinya beras premium. Jangan beras premium dioplos oleh beras medium tapi harganya tetap premium. Itu kan beritanya sudah ada mereknya, distributornya, produsenya juga sudah jelas. Kita hindari itu,” jelasnya.

Untuk itu, Dedie mengimbau warga agar berbelanja langsung ke pasar dan berdialog langsung dengan pedagang.

“Masyarakat agar datang saja langsung ke pasar, temui pedagang berasnya, bisa memilih sendiri, melihat sendiri ada beberapa alternatif harga yang mungkin sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Kritik Penanganan Stunting Kota Bogor, Aleg Gerindra Ajak Semua Pihak Berkolaborasi

Meski kondisi pasokan saat ini masih aman dan harga relatif stabil, Dedie mengingatkan adanya potensi gangguan pasokan ke depan akibat perubahan cuaca ekstrem.

“Yang harus kita waspadai kalau nanti misalnya ada La Nina, ada perubahan cuaca, kemudian panennya puso dan lain sebagainya. Nah ini yang kemudian harus kita antisipasi,” ujarnya.

Dedie menambahkan, setelah pemantauan di pasar, pihaknya juga akan meninjau langsung cadangan beras di gudang Bulog.

Baca Juga  Pimpin Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pilkada 2024, Kombes Bismo : HP Aktif 24 Jam

“Setelah dari sini, kita ke Bulog. Kita pastikan untuk wilayah Kota Bogor ini cadangannya ada, itu yang pertama,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor telah diminta menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan.

“Yang kedua, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian pun sudah kita perintahkan untuk mengantisipasi dengan menstok dan melaksanakan kegiatan operasi pasar supaya ketersediaan memadai, harga juga tetap terjangkau,” tutup Dedie. (DR)