JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengajak semua pihak untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam mencari solusi permanen penanganan banjir di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

“Melalui FGD forum group discussion, kita mengharapkan masukan dari tiga provinsi serta para pakar sehingga kita dapat menghasilkan solusi ke depan dalam mengelola ekositem dan mengurangi dampak bencana,” ujar Doni pada kegiatan yang dihadiri oleh Menteri PMK Muhadjir di Graha BNPB, pada Senin (2/3). Doni menegaskan bahwa permasalahan banjir tidak dapat diselesaikan secara sektoral tetapi dengan kolaborasi.

“Kita perlu menyusun program terintegrasi baik dari hulu, tengah hingga hilir,” tambah Doni.

Baca Juga  Lima Nahdliyin Temui Presiden Israel, PBNU : Mereka Tidak Paham Geopolitik

Tidak dipungkiri bahwa permasalahan yang dihadapi sangat kompleks, seperti tata guna lahan untuk pertanian, perkebungan, urbanisasi atau kegiatan merusak hutan secara destruktif, penambangan atau pun penebangan ilegal.

Doni mencontohkan kondisi di bagian hulu yang terjadi adanya alih fungsi lahan. Penanaman semusim bisa berdampak pada ekosistem di wilayah itu. Doni mencontohkan seperti banyaknya ditemui green house di wilayah Sarongge puncak Cipanas.

Baca Juga  Headline Bogor | Peringati Hari Tanah Sedunia, Menteri Pertanian Ajak Masyarakat Jaga Ekosistem Tanah

Ia menambahkan bahwa penyelesaian pada bagian hilir saja tanpa melihat kondisi hulu hanya akan menghabiskan energi yang sangat besar.

Sehubungan dengan penanganan banjir di wilayah Provinsi Jawa Barat, Gubernur Ridwan Kamil menyampaikan ada beberapa tantangan yang harus diselesaikan secara bersama, seperti terkait penyelarasan regulasi antar wilayah administrasi yang berbeda terkait penanganan daerah aliran sungai atau rekayasa sipil.