Sebelumnya bantuan telah diberikan kepada WNI melalui Kedutaan Besar Indonesia di Tiongkok sebesar Rp 133 juta. Bantuan tersebut digunakan para WNI untuk membeli kebutuhan logistik mereka. Judha Nugraha menyampaikan pemberian dukungan bagi WNI berprinsip cepat dan tepat. Hal tersebut mengingat otoritas setempat menutup akses ke wilayah-wilayah terdampak virus Corona. Judha ingin publik dalam negeri untuk memberikan dukungan moral kepada mereka.

“Upaya utama yaitu pencegahan, seperti menjaga kondisi fisik, asupan nutrisi, istirahat dan dukungan moril,” tambah Judha.

Baca Juga  Headline Nasional | Kongres Luar Biasa Harus Segera Dilaksanakan

Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Teuku Faizasyah menyampaikan bahwa masih ada 243 WNI yang masih tersebar di Tiongkok. Sebanyak 100 orang berada di Kota Wuhan sedangkan sisanya berada di kota-kota lain yang jaraknya tidak saling berdekatan. Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Indonesia di Tiongkok selalu memonitor kondisi dan berkomunikasi dengan para WNI. Pemerintah memastikan kecukupan logistik bagi mereka yang masih berada di wilayah terdampak.

Di samping itu, Faizasyah menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia akan mematangkan pilihan untuk mengevakuasi WNI yang masih berada di Tiongkok. Pihaknya akan bekerja sama dengan kementerian/lembaga untuk pematangan misi evakuasi tersebut. Kemlu telah meminta Dubes RI di Tiongkok untuk mengkoordinasikan rencana evakuasi ini kepada otoritas setempat.

Baca Juga  Presiden Ingin Gerakan Pramuka Direvitalisasi ke Arah Digital | Headline Bogor

Terkait dengan kondisi mahasiswa yang berada di asrama, pihak Kemlu menyampaikan bahwa mereka mendapatkan perhatian yang serius dari manajemen asrama, seperti mendapatkan pengecekan kesehatan dari waktu ke waktu. (*)