LIMAPULUH KOTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyerahkan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar 500 juta rupiah untuk penanganan bencana banjir yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Kamis (12/12). Bantuan dana tersebut diserahkan kepada Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dan disaksikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit di Posko Utama Jorong Kumbang Pasau, Kabupaten Limapuluh Kota.

Atas bantuan tersebut, warga menyampaiakan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah hadir memberikan bantuan. Hal itu dikatakan warga saat berdialog langsung dengan Kepala BNPB di Posko Pengungsian Jorong Kumbang Pasau.

“Terima kasih atas bantuan dari pemerintah, selain itu kami meminta untuk dibuatkan bronjong di daerah aliran sungai agar kami tidak kebanjiran lagi”, ucap salah satu warga.

Baca Juga  Pesta Rakyat CGM 2018 Kembali Digelar Di Bogor | Headline Bogor

Lebih lanjut, orang nomor satu di BNPB itu memberikan arahan mengenai langkah-langkah penanganan banjir dari hulu hingga hilir serta perlunya normalisasi sungai. Hal tersebut harus dilakukan secara merata, sebab menurut Doni, apabila normalisasi sungai hanya dilakukan di bagian hilirnya maka hal itu tidak akan mendapatkan solusi.

“Langkah awal adalah melakukan normalisasi sungai. Normalisasi ini tidak hanya di hilir tapi dihulunya juga, karena percuma jika hanya hilir dilakukan tanpa melihat di hulu, jadi kita harus mengetahui keseluruhan penyebabnya dahulu,” jelas Doni.

Dalam kesempatan yang sama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Barat juga memberikan bantuan berupa sarung sebanyak 80 lembar, 20 kotak makanan siap saji, 20 kotak keperluan keluarga, 1 tenda pengungsi, 20 buah tempat tidur lipat, 2 paket perlengkapan dapur dan 50 terpal yang diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit.

Baca Juga  Headline Nasional | Karangan Bunga Serta Doa Terus Mengalir Atas Gugurnya ABK KRI Nanggala-402

Menurut data yang berhasil dihimpun, sedikitnya ada enam kecapatan terendam banjir di Kabupaten Limapuluh Kota sejak Senin (9/12). Enam kecamatan tersebut meliputi Payakumbuh, Suliki, Harau, Mungka, Pangakalan dan Lereh Sago Habalan. Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari, mulai tanggal 10 – 16 Desember 2019.

Usai melakukan peninjauan dan pemberian bantuan dana DSP, Kepala BNPB dijadwalkan untuk melanjutkan kunjungan kerja menyerahkan bantuan dana DSP dan logistik kepada korban bencana banjir dan longsor di Solok Selatan. (*)