KOTA BOGOR – Isu teror terkait penculikan anak di kota Bogor yang sempat viral melalui pesan berantai di WhatApp membuat panik para orang tua yang memiliki anak khususnya balita (bawah lima tahun).
Menurut warga, mereka resah dan khawatir jika ada penculikan anak khususnya dibawah umur 5 tahun. Apalagi tersiar kabar bahwa di Makasar, pelaku penculikan terobsesi untuk menjual salah satu organ tubuh korbannya.
Suciati (36) warga Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat mengeluh sedih; “Waduh ngeri ya kalau dengar ada penculikan, apalagi pelakunya menculik agar bagian tubuh korbannya itu, bisa di mutilasi untuk dijual yang nilainya ratusan juta seperti kejadian di Makasar,” keluhnya .
Menanggapi keresahan warga tersebut, kepada wartawan, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menegaskan, bahwa, hingga kini belum ditemukan adanya kasus penculikan anak di kota Bogor.
“Itu isu hoaks,” ujarnya pria lulusan Akpol 2001, kelahiran 22 Februari 1980 peraih Adhi Makayasa.
Namun, ia tetap meminta kepada warga masyarakat, khususnya para orang tua untuk tidak perlu takut secara berlebihan.
“Jangan mudah percaya sebelum mengetahui fakta sebenarnya. Kasih tau saja ke anak-anak, agar waspada dan tidak mudah percaya dengan orang tak dikenal,” kata Bismo, Jumat (27/1).
Selain itu, Bismo juga meminta agar orang tua selalu mengawasi anak-anaknya ketika keluar rumah dan saat pergi dan pulang sekolah. Hindari juga agar mereka tidak memakai barang mewah atau mencolok.
“Apabila melihat orang yang mencurigakan, laporkan segera pada polisi karena jajaran kami akan langsung bergerak ke lokasi untuk mengungkapnya.,” lanjutnya.
Imbauan ini juga akan disebar ke sekolah-sekolah dan kelurahan-kelurahan sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran berlebih tetapi justeru untuk mengurangi tingkat kewaspadaan masyarakat.
(JAW)