KABUPATEN BOGOR – Dalam seminar nasional Universitas Djuanda, Bupati Bogor, Ade Yasin menjelaskan, pembangunan di Kabupaten Bogor difokuskan pada pembangunan desa dengan beberapa prioritas, Rabu (3/11)

Bupati menjelaskan, Kabupaten Bogor secara mayoritas wilayah perdesaan (416 desa), sebagian besar potensi dan kekayaan daerah berada di desa seperti UMKM, petani dan Bumdes, sehingga keberhasilan pembangunan akan dinilai baik jika desa telah berkembang dan mandiri.

“Sekolah pemerintahan desa adalah pertama dan satu-satunya di Indonesia. Data presisi dikumpulkan dengan teknologi 4.0, berbentuk data citra desa dengan resolusi tinggi hingga 5 cm sehingga memiliki tingkat akurasi tinggi untuk menggambarkan potensi desa, seperti vegetasi, biodiversity, konsumsi pangan per bulan, uang berputar, sebaran rumah tidak layak huni, peta infrastruktur, dan lain-lain,” jelas Bupati.

Selanjutnya, kata Ade, meningkatkan perekonomian melalui penguatan Bumdes dan festival wisata desa, percepatan pembangunan infrastruktur desa dengan program wifi gratis di 240 titik blank spot, bedah kampung, perbaikan Rutilahu, program hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah kerjasama dengan Unida dan The Hud Institute, penuntasan 215 jembatan rawayan kerjasama dengan TNI.

Baca Juga  TNI AL Bersama Yayasan Ibnu Sina Sepakat Bantu Masyarakat Pesisir

“Kemudian ada program Stimulus Satu Milyar Satu Desa (Samisade). Di masa pandemi Ini, program Samisade dengan pola padat karya diharapkan dapat membawa dampak penyerapan tenaga kerja dan menggerakkan sektor riil sehingga menciptakan effect yang mendorong pemulihan ekonomi sekaligus mempercepat pencapaian SDG’s desa,” ungkap Ade.

Bupati menambahkan, program pendukung desa membangun juga diluncurkan seperti bantuan sewa toko dan bantuan peralatan pemasaran UMKM, bantuan bibit tanaman dan ikan, pembangunan lumbung pangan dan lantai jemur padi, bantuan mesin peralatan pertanian, asuransi tani, fasilitas Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), termasuk optimalisasi Graha Pancakarsa sebagai jaring pengaman sosial.

“Dalam rangka pemulihan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus mendorong desa untuk mengoptimalkan Bumdes. 416 desa di Kabupaten Bogor sudah memiliki Bumdes dengan kategori, 6 Bumdes mandiri, 16 Bumdes maju, 63 Bumdes berkembang, 331 Bumdes dasar. Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 25 Bumdes di Kabupaten Bogor yang sudah memperoleh keuntungan, 18 Bumdes sudah berkontribusi pada perekonomian desa,” tambahnya.

Baca Juga  Headline Nasional | KPK Rekomendasikan Kartu Pra Kerja Ditangani Kementerian Ketenagakerjaan

Alhamdulillah, lanjut Ade, hasilnya Indeks Desa Membangun (IDM) Kabupaten Bogor tahun 2021 yang ditetapkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi adalah, desa mandiri sebanyak 29 desa, desa maju sebanyak 131 desa, desa berkembang sebanyak 256 desa, dan nol desa tertinggal.

“Saya berharap, perguruan tinggi punya desa binaan secara aktif dan fokus. Saya rasa ini dampaknya akan sangat besar untuk mempercepat pembangunan desa, karena pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh pemangku kepentingan termasuk akademisi dan perguruan tinggi, dunia usaha, pers dan segenap komponen civil society harus berperan dan ikut bertanggung jawab dalam pembangunan bangsa,” tandas Ade. (*)

Bupati Ade yasin juga mengajak para lulusan perguruan tinggi yang berasal dari desa, kembalilah ke desa. Berusaha di desa dan optimalkan Bumdes dengan manajemen yang baik, kreativitas dan berbagai inovasi. (*)