“Alhamdulilah ini sudah bisa kita atasi dan selesaikan permasalahannya. Saya tidak bisa melakukan sendiri tanpa kolaborasi, ketika kita bersinergi informasi – informasi juga cepat saya dapatkan melalui MUI. Kalau tidak berkolaborasi mungkin saya tidak bisa melakukan ini sendiri dengan Kapolres, sebatas aturan dan undang-undang, tetapi aturan-aturan yang lain itu adanya di para alim ulama,” ungkapnya.

Selanjutnya, Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH. Mukri Adji menuturkan, ditengah pandemi Covid-19 pelaksanaan Rakerda biasanya dilakukan dengan menghadirkan 1.000 ulama, kini hanya dilakukan terbatas. Meski demikian itu tidak mengurangi semangat dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Bogor berkeadaban dan penguatan umat di Kabupaten Bogor.

“Kita maksimalkan sedemikian rupa, agar kita bisa menyinkronkan antara program Pemkab Bogor dengan program kita. Kita berupaya agar dapat menguatkan umat yang akan berpengaruh terhadap kesejahteraan umat di Kabupaten Bogor,” paparnya.

Baca Juga  Meriahnya Gerak Jalan Santai Tingkat RT Se-Desa Ciaruteun Udik Sambut HUT Ke 73 RI | Headline Bogor

Ia menambahkan, sinergitas itu akan terus ditingkatkan untuk mengoptimalkan penanganan berbagai persoalan permasalahan sosial di Kabupaten Bogor. Terlebih dengan adanya penegakan akidah yang dilakukan oleh Bupati Bogor, Ade Yasin ini bertujuan untuk menguatkan umat di Kabupaten Bogor.

“Kekompakan, sinergitas dan kolaborasi hingga level Kecamatan dan Desa untuk merealisasikan apa yang menjadi harapan Bupati Bogor,” tutupnya. (*)