“Banyak yang sudah kita dapatkan dari sumber daya alam tetapi kita tinggalkan, makanya Lingkungan Hidup menjadi kunci CSR dari perusahaan-perusahaan BUMN. Terakhir adalah UMKM, memang suka tidak suka harus punya keberpihakan yang jelas, tidak hanya UMKM itu jadi objek, tetapi harus jadi objek, harus kita pastikan keberpihakannya itu tidak hanya pendanaan, tapi pendampingan juga akses. Mudah-mudahan program BUMN hadir sangat dekat dengan rakyat, kuncinya gotong-royong,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi menambahkan, pembangunan desa wisata memang harus didorong terus-menerus, ia bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno terus bergerak untuk mendorong selain menjadi desa wisata juga jadi desa kreatif.
Dan menurutnya, desa harus menjadi penopang pembangunan berkelanjutan, mendukung lingkungan hidup, desa bebas kemiskinan, desa yang ramah perempuan dan juga desa yang mampu memberikan peningkatan kesejahteraan bagi warga masyarakat.
“Tadi seperti yang Ibu Bupati sampaikan jangan sampai berantem, ketika itu sudah berhasil. Memang contoh desa wisata yang maju itu selalu pelopornya anak muda, makanya ketika saya pertama bertemu Pak Kades, saya sampaikan anak mudanya masih ada atau tidak, karena jika desa tanpa anak muda tidak akan maju. Mudah-mudahan Desa Pamagersari bisa menjadi pelopor, karena masih ada 95 situ yang belum dimanfaatkan, jadi airnya dapat difungsikan dan dijaga,” tukas Budi Arie. (*)