KABUPATEN BOGOR – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan jalur berkuda di area luar Stadion Pakansari pada Senin (5/5). Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan fasilitas olahraga sekaligus kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Bogor dengan satuan kavaleri militer.

Fasilitas jalur berkuda tersebut dirancang mampu menampung hingga 78 ekor kuda, dengan konsep terbuka dan ramah lingkungan.

Rudy menjelaskan bahwa lahan yang digunakan merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Bogor, yang penggunaannya telah disepakati dalam nota kesepahaman (MoU) dengan cabang olahraga berkuda. Fasilitas ini nantinya difokuskan untuk pelatihan atlet berkuda dari Kabupaten Bogor dan berlokasi di sekitar Stadion Pakansari.

Baca Juga  Headline Bogor | Iwan Setiawan Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tingkat Kabupaten Bogor

“Selama ini kita belum punya venue khusus untuk olahraga berkuda. Dengan adanya lahan ini, kita manfaatkan sebagai tempat latihan, bahkan bisa juga digunakan untuk pertandingan,” ujar Rudy Susmanto.

Ia menambahkan, pembangunan jalur berkuda ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan anggaran. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bogor menggandeng sejumlah institusi, termasuk resimen kavaleri berkuda militer.

Rudy pun menegaskan bahwa keterlibatan satuan kavaleri bukan untuk kepentingan tempur, melainkan dalam rangka pelatihan serta mendukung kegiatan seremonial kenegaraan.

“Jalur ini nantinya juga akan menjadi tempat persiapan kuda-kuda yang akan digunakan dalam seremoni penyambutan tamu negara, baik di Istana Bogor maupun Istana Negara Jakarta, karena lokasinya yang cukup strategis,” imbuhnya.

Baca Juga  Headline Bogor | Sajikan Data Statistik Yang Tepat dan Terbarukan, DP3AP2KB Gelar Diseminasi

Diketahui, lahan yang dimanfaatkan mencapai hampir 5 hektare dari total luas 6,5 hektare. Sebagian area yang masuk dalam zona ruang terbuka hijau (RTH) akan tetap dipertahankan sebagai daerah resapan air dan tidak akan dibangun.

Pembangunan jalur berkuda ini dijadwalkan dimulai pada bulan Mei, bersamaan dengan proyek pembangunan exit tol Citeureup–Cibinong oleh Jasa Marga. Diharapkan, proyek ini dapat mendorong pengembangan kawasan dan mendukung pembangunan yang efisien dan berkelanjutan.

“Dengan pendekatan kolaboratif dan perencanaan matang, kita ingin memastikan pembangunan Kabupaten Bogor ke depan berjalan optimal dan bertumpu pada sinergi semua pihak,” tutup Rudy. (*)