Selain itu, ia juga menyoroti sulitnya akses petani untuk berkomunikasi dengan Bulog Kalsel dalam mencari kepastian penyerapan gabah.
“Ini nggak bisa dibiarkan. Harus ada perbaikan sistem. Kalau ada yang tidak mau bekerja untuk rakyat, lebih baik minggir,” tegas Amran.
Ia juga memastikan bahwa ke depan pemerintah akan lebih ketat dalam memantau penyerapan gabah oleh Bulog agar petani tidak terus dirugikan.
“Bulog harus turun ke lapangan, bukan sekadar menunggu di gudang. Ke depan kita akan terus pantau agar penyerapan gabah berjalan optimal,” pungkasnya. (DR)
Halaman