
KABUPATEN BOGOR – Dalam kunjungannya ke Pasar Cibinong bersama Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dan Ketua Komisi VI DPR RI, Arief Prsetyo, Selasa (12/4). Bupati Bogor meminta Pemerintah Pusat segera melakukan operasi pasar langsung ke para pedagang untuk menstabilkan harga selama bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri mendatang.
Karena, menurut Ade, selama bulan Ramadhan dan jelang lebaran nanti diprediksi kebutuhan daging sapi, daging ayam dan kebutuhan pokok lainnya akan mengalami peningkatan. Dikhawatirkan harga kembali naik pada saat lebaran.
“Antisipasi kenaikan harga, saya kira perlu diadakan gebrakan termasuk operasi pasar. Operasi pasarnya jangan langsung ke masyarakat tetapi langsung ke pedagang, jadi pedagang bisa menjual lebih murah, sehingga akan terjangkau oleh seluruh masyarakat,” tutur Ade.
Karena, menurutnya, jika operasi pasar langsung ke masyarakat hanya segelintir masyarakat saja yang dapat menikmati, jika di pasar akan merata, memudahkan dan meringankan beban masyarakat.
“Saya harap kenaikan ini tidak berlanjut hingga jelang lebaran nanti, keinginan kami dengan masyarakat sama yaitu harga kebutuhan pokok kembali stabil,” ungkap Ade Yasin.
Menurutnya, operasi pasar langsung ke pedagang adalah operasi pasar yang tepat sasaran, jadi menstabilkan harga di pedagang bukan ke masyarakat. Kalau operasi pasar ke masyarakat, ia khawatir pedangan justru akan mengalami penurunan omzet dan penurunan penjualan karena ada saingan dengan harga yang lebih murah.
Lanjut Ade Yasin mengatakan bahwa terkait kunjungan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) dan Komisi VI DPR RI adalah untuk mengecek secara langsung harga-harga kebutuhan pokok di bulan Ramadhan ini dan menjelang lebarang mendatang. Apakah ada kenaikan atau tidak, tentunya ada walaupun tidak terlalu banyak.
Selanjutnya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurman menuturkan, pada dasarnya di tengah gejolak pangan dunia, pemerintah tetap memastikan ketersediaan barang pokok terutama dalam rangka menghadapi lebaran dan puasa sedang berjalan.
“Makanya kami turun karena ini ada gejolak dunia, beberapa komoditi memang perlu penyesuaian dan tidak bisa kita hindari. Setelah 2 tahun berjalan terkontraksi perlu ada keseimbangan baru, karena gejolak dunia tidak hanya dari harga saja, tapi termasuk transportasi, biaya logistik juga,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Komisi VI DPR RI, Arief Prasetyo mengungkapkan, berdasarkan hasil kunjungan lapangan bahwa didapati harga daging yang masih tinggi, serta harga minyak goreng yang masih belum mencapai Rp14 ribu seperti yang diharapkan, untuk harga telur ada di angka Rp24 ribu dan ini harus terus dijaga agar tidak mengalami kenaikan.
“Kami minta tolong dipikirkan bersama, baik dari segi kebijakan Kementerian Perdagangan dan Badan Pangan Nasional. Untuk pengawasan di lapangan kami minta tolong Bareskrim Polri melalui Satgas pangannya. Harapan kita masyarakat jangan dibikin susah karena harga pangan yang sulit, barangnya langka ataupun ketinggian,” tandas Arief. (*)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !