Selama dilakukan pembangunan bangunan baru, juga akan dilakukan perlindungan dan pengamanan terhadap bangunan eksisting. Perlindungan dan pengamanan tersebut akan dilakukan dengan pemasangan pagar pengaman dan rambu-rambu proyek di sekeliling area pembangunan.

Kendaraan proyek juga akan dikawal oleh safety officer saat keluar dan masuk kawasantgerkait dengan pengamanan bangunan Chapel. Pembangunan bangunan baru akan menggunakan sistem pondasi bar pile untuk menjaga bangunan sekitar dari getaran yang dapat ditimbulkan pada saat pemasangan pondasi. Polymer slurry juga akan digunakan untuk menutup pori tanah pada saat pengeboran.

Baca Juga  Ragam | Wisata Curug Cipamingkis, Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor

Sejarah sekolah ini sendiri bermula pada tahun 1926, ketika Pater Dr. J. Kurris sebagai calon direktur pertama Kanisius Kolese yang kemudian membeli tanah di Jalan Menteng Nomor 42. Kemudian pada tahun 1927, dimulailah rencana pembangunan sekolah yang dirancang oleh biro arsitek Fermont-Cuypers. Rencana pembangunan tersebut meliputi aula, ruang kelas, kapel, dan asrama. Pada tahun 1929, bangunan yang akan difungsikan sebagai ruang kelas resmi berdiri.

Pada tahun 1939, terjadi pergantian direktur menjadi Pater G. De Quay yang membangun gedung baru bertingkat dua, asrama, dan kapel. Pada tahun 1945, bangunan digunakan sebagai barak tentara Jepang beserta amunisinya. Kemudian pada tahun 1946, gedung Kanisius ditempati oleh Inggris.

Baca Juga  Berikan Kenyamanan Prajurit dan Pengunjung, Lanud Ats Hadirkan Food Court PIA 92

Saat dikuasi Inggris, bangunan difungsikan sebagai ruang tahanan perempuan Eropa. Pada tahun 1975, ada pembangunan gedung baru oleh arsitek yang bernama Ulrich J. Beck. Baru pada tahun 1991, ada pembangunan yang diarsiteki oleh Han Awal. Pada periode 2001-2002, bangunan depan direnovasi menjadi empat lantai dan membangun pastoran di belakang. (*)