KABUPATEN BOGOR – Memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke 90 tahun, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor, menggelar diskusi publik dengan para Calon Anggota Legislatif muda dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019.
Dalam diskusi tersebut, DPD KNPI Kabupaten Bogor mengundang 53 Caleg muda yang akan bertarung di daerah pemilihan umum.
“Puluhan caleg muda ini merupakan keterwakilan dari unsur pemuda dan juga kaum milineal dan sebagian dari mereka juga adalah perwakilan dari organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), yang berada dibawah naungan KNPI,” ujar Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor M Burhani.
Burhani mengajak masyarakat dan OKP untuk ikut serta mengawal fakta integritas terhadap para calon anggota legislatif. “Acara ini juga untuk mengawal fakta integritas para Caleg 2019,’’ ucap Burhani.
Untuk fakta integritas yang sodorkan, ada 8 poin yang menjadi prioritas para caleg, para caleg muda ini harus punya kontribusi, jujur dan tidak berpikir koruptif. Sehingga nantinya mampu memberikan kontribusi untuk masyarakat, khususnya kaum muda. “Menurut saya, ini bukti nyata bahwasannya ketika teman menjadi. Mereka harus komitmen dan konsisten dalam fakta integritas itu sendiri,” tambah Burhani.
Burhani kembali melanjutkan, ketika para legislatif ini lalai dengan fakta integritasnya saat menduduki jabatan sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bogor. Sejauh ini, KNPI akan melakukan teguran terhadap para Legislatif.
Sementara itu, mantan Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Engkus Sutisna berharap, para Caleg muda jika terpilih, maka wajib mengabdi pada masyarakat.
“Saya berharap niat untuk menjadi anggota dewan itu bukan untuk mencari pekerjaan tapi untuk berbakti kepada bangsa dan negara, sebagai wakil rakyat yang bagus, masa-masa dulu saya, saya sudah menyuarakan kalau mau jadi politisi atau birokrat itu yang baik. Benar-benar mengabdi pada rakyat,” papar Engkus Sutisna. (*)

