
KOTA BOGOR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Bogor melayangkan kritik keras terhadap kinerja Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor. Organisasi kepemudaan ini menilai pelayanan yang diberikan selama ini tidak mencerminkan semangat pengabdian kepada umat Kristen di daerah tersebut.
Kritik tersebut muncul akibat rendahnya kualitas pelayanan, serta lemahnya komunikasi dan kerja sama yang dilakukan oleh pejabat Bimas Kristen saat ini.
Sekretaris DPC GAMKI Bogor, Andry Simorangkir, mengungkapkan bahwa pihaknya menilai pejabat terkait belum menjalankan tugas secara optimal, khususnya dalam mendukung pembinaan umat, penyelenggaraan kegiatan keagamaan, dan koordinasi dengan organisasi keumatan.
“Kami melihat adanya ketidakhadiran peran strategis Bimas Kristen di tengah umat. Komunikasi yang minim, respons yang lamban, serta kurangnya inisiatif dalam menjembatani aspirasi umat Kristen di Kota Bogor menjadi alasan utama kami menyuarakan hal ini,” ujar Andry dalam keterangannya, Selasa (10/6).
Lebih lanjut, DPC GAMKI Bogor menilai bahwa pejabat yang saat ini menjabat tidak lagi layak untuk dipertahankan karena dinilai gagal menunjukkan sikap profesional, tidak aspiratif, dan tertutup terhadap kritik maupun masukan dari masyarakat Kristen.
“Kami tidak menginginkan aparatur negara yang bersikap eksklusif dan enggan membangun komunikasi. Jabatan publik adalah amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan komitmen melayani,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, DPC GAMKI Bogor meminta kepada Kementerian Agama RI dan Kantor Wilayah Kemenag Jawa Barat untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mengganti pejabat Bimas Kristen Kota Bogor dengan sosok yang lebih kompeten dan memiliki komitmen melayani secara inklusif.
“Kami juga meminta juga Pejabat Bimas Kristen ke depan berprofesi juga sebagai Pendeta, karena selayaknya seorang pendeta lah yang akan benar melayani Masyarakat Kristen Kota Bogor, dan Juga Apabila ada Pejabat yang harus di lantik dan di minta Sumpah kedepan yaitu WAJIB seorang Pendeta, karena pengambilan sumpah tersebut juga merupakan hal yang Sakral, sehingga tidak lah Etis jika yang bukan Pendeta yang mengambil Sumpah nya,” tutupnya. (*)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !