
Ia menambahkan, program ini dirancang agar tidak membebani orang tua karena sebagian biaya ditopang dari skema magang di mitra industri yang berafiliasi dengan EWIC.
“Kami berharap program ini bisa diikuti banyak siswa di Depok karena ini bagian dari upaya mengurangi potensi angka pengangguran,” ujarnya.
Menurut Farra, EWIC memastikan mahasiswa yang mengikuti program ini akan mendapat perlindungan dan pendampingan selama magang.
“Komitmen kami, mahasiswa magang akan dilindungi dan didampingi, agar mereka memperoleh pengalaman positif tanpa kendala dari pihak mitra kerja,” tegasnya.
Ke depan, Farra berencana mempresentasikan program ini kepada jajaran pengurus Sekolah Ghama Grup, sekolah lain di Depok, para orang tua, serta perwakilan Pemerintah Kota Depok.
Chairman Depok Institute Solihin, atau akrab disapa Bangsol, juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif kerja sama ini.
“Saya mengapresiasi semua pihak baik dari Kota Depok maupun Malaysia yang sangat antusias ingin secepatnya merealisasikan peluang sinergi ini,” ujarnya.
Bangsol menilai program kolaborasi ini bukan hanya meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membuka peluang karier profesional di Malaysia.
“Setelah magang mereka bisa bekerja di tempat magang atau tempat lainnya,” jelasnya.
Ia optimistis, dengan bekal keahlian dan sertifikat internasional, lulusan program ini dapat bersaing di dunia kerja global.
“Mereka punya keahlian dengan ijazah dan sertifikat internasional, sehingga nantinya diharapkan dapat bersaing dengan yang lainnya di Indonesia. Jadi pulang dari Malaysia dapat ilmu, punya pengalaman, dan bawa uang, Insya Allah,” tutupnya. (*)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !