PALEMBANG – Pembangunan pabrik bahan baku bioavtur berbasis energi terbarukan di Kabupaten Banyuasin semakin mendekati tahap realisasi. Menjelang pelaksanaan ground breaking, pemerintah pusat, provinsi, daerah, serta pihak perusahaan menggelar rapat koordinasi guna memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.

Ground breaking pabrik PT Green Power Palembang (GPP) dijadwalkan berlangsung pada 20 Januari 2026 di Desa Muara Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin.

Rapat persiapan digelar di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Senin, 12 Januari 2026. Pertemuan tersebut dihadiri Asisten II Pemprov Sumsel Basyaruddin Akhmad, Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim, Kepala DPMPTSP Sumsel Lusapta Yudha Kurnia, Kepala Bappeda Sumsel Regina Ariyanti, serta jajaran aparatur di lingkungan Pemprov Sumsel.

Dari pihak perusahaan, hadir Wakil Direktur Utama Pettah Aminu, Direktur Operasional PT GPP Masakazu Takano, dan Direktur Teknik Nobukazu Hiura. Sementara inisiator proyek pembangunan bioavtur dari Indonesia Japan Business Network (IJBNet) diwakili oleh Direktur Eksekutif Solihin dan Koordinator Keuangan Mochamad Budiman.

Baca Juga  Headline Nasional | Posko Masak Satgas Covid-19 DPR RI Bersama BUMN Terus Berjalan Hingga Berakhir PSBB

Dalam rapat tersebut, kondisi infrastruktur jalan menuju lokasi pabrik menjadi salah satu fokus utama. Akses jalan sepanjang 4,4 kilometer dinilai masih membutuhkan pembenahan, terutama sekitar 600 meter ruas jalan yang mengalami kerusakan.

“Perlu koordinasi yang intens antara PT Green Power dan PUPR agar jalan ini segera diperbaiki. Apalagi jika pimpinan daerah ingin meninjau langsung lokasi, akses harus benar-benar siap,” ujar Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim, dikutip Rabu (14/1).

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan ground breaking, mulai dari kesiapan akses hingga kelancaran kegiatan di lapangan.

“Kami siap mensupport, baik dari sisi teknis maupun koordinasi lintas instansi,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT GPP Pettah Aminu menjelaskan bahwa faktor cuaca dan tingginya intensitas hujan turut mempengaruhi proses perbaikan jalan akses.

“Kami berharap kondisi jalan akses dapat dilalui kendaraan pada akhir Desember lalu, hanya karena kondisi cuaca menyebabkan proses terhambat”, ujarnya. “Kita berupaya semaksimal mungkin, berkoordinasi berbagai pihak proses pembangunan jalan akan selesai pada waktunya”, pungkasnya.

Baca Juga  Headline Nasional | Jokowi Umumkan Kabupaten Penajam Pasir Utara Dan Kutai Kartanegara Sebagai Ibukota

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Indonesia Japan Business Network (IJBNet) Solihin menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumsel dan Pemkab Banyuasin yang dinilai sangat mendukung program tersebut.

“Kami mewakili IJBNet, salah satu inisiator program ini, tentu merespon positif jalan akses masyarakat yang ada saat ini akan ditingkatkan menjadi jalan bernilai tambah termasuk didalamnya akses produk Sumsel ke luar negeri, khususnya produk olahan di Kabupaten Banyuasin” ujar Solihin kepada media.

Rencananya, kegiatan ground breaking ini akan dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru serta Bupati Banyuasin Askolani Jasi. Selain itu, sejumlah pejabat kementerian dari Kemenko Bidang Perekonomian serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM juga dijadwalkan turut hadir. (DR).