HJB Ke – 536,  Heri Cahyono Harap Masyarakat Peroleh Kesejahteraan Permanent | Headline Bogor

KOTA BOGOR – Tahun 2018, Bogor menginjak umur 536 tahun, peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) Ke – 536 kali ini berbarengan dengan ibadah puasa Ramadhan 1439 H, serta tahun politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2018.

Untuk Peringatan HJB kali ini Pemerintah Kota Bogor menghadirkan gambar Gambar Gunung Salak dengan Kujang berdiri tegak, Daun warna – warni yang melatar belakangi tema HJB “Genah Tumaninah”.

Dilansir dari website Pemerintah Kota Bogor, gambar Kujang dalam logo kata menjelaskan senjata tradisional khas Jawa Barat, gambar Gunung Salak merupakan latar belakang Kota Bogor serta Daun dengan warna warni yang mengartikan keberagaman masyarat.

Sedang untuk Tema “Genah Tumaninah” yang diusung melengkapi filosofi yang terkandung dalam logo HJB tahun 2018. Genah dimaknai bahwa Kota Bogor dalam situasi dan kondisi apapun tetap aman dan nyaman dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sedangkan Tumaninah dimaknai memberikan kenyamanan bagi siapapun yang tinggal di Kota Bogor.

Ditemui awak media disela berbuka puasa, Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Heri Cahyono menuturkan harapannya di HJB tahun ini.

Heri berharap di HJB ke 536 sebagai momentum serta merefleksikan pembangun Kota Bogor agar lebih baik lagi kedepannya, terutama dalam kesejahteraan masyarakat.

“536 adalah usia yang cukup tua untuk sebuah kota, di usia yang cukup tua ini harus direfleksikan bagaimana membangun Kota Bogor ini lebih baik lagi, dan yang terpenting dalam pembangunan kota adalah kesejahteraan rakyat yang permanen,” ujar Heri

Lebih jauh Heri menjelaskan, salah satu membangun kesejahteraan permanen bagi rakyat yaitu bagaimana membangun sistem kesehatan masyarakat, selain dibangunnya sarana – sarana kesehatan.

“Apa yang saya katakan kesehatan permanen yaitu bagaimana menciptakan sistem kesehatan yang bisa menjamin secara permanen masyarakat itu sehat, bukan hanya membangun rumah sakit yang mewah dan banyak, tetapi bagaimana membangun lingkungan Kota Bogor ini sehat,” tambah Heri

“Salah satunya yaitu penanganan sampah yang kurang baik menjadi lebih baik lagi, sedang untuk perbaikan udara sendiri kita harus mendaur ulang udara itu sendiri yaitu dengan ditingkatkan lagi penanaman pohon, dan Gerakan Tanam Pohon (GTP) itu sendiri memberi contoh kepada Pemerintah dan Pemerintah harusnya memberi contoh kepada masyarakat,” pungkas Heri yang juga Pembina GTP.

Deroy