BANDA ACEH – Kepedulian terhadap akses pendidikan kembali ditunjukkan Ketua LSM GMBI Distrik Kota Banda Aceh yang juga Ketua IKAWI Aceh, Fitriyani, bersama Ketua Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Meuraxa, Syahril.
Keduanya berhasil membuka jalan bagi dua anak dari keluarga kurang mampu di Gampong Deah Baro, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, untuk didaftarkan sebagai calon peserta Sekolah Rakyat jenjang Sekolah Dasar (SD).
Langkah tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi dan aksi nyata mampu membantu masyarakat yang masih mengalami keterbatasan dalam memperoleh akses pendidikan.
Tanpa pendampingan serta upaya jemput bola yang dilakukan di lapangan, kedua anak tersebut berpotensi kehilangan kesempatan mengikuti program pendidikan yang telah disiapkan pemerintah.
Ketua IKAWI Aceh, Fitriyani, menegaskan pihaknya akan terus hadir mendampingi masyarakat yang membutuhkan agar tidak ada anak yang kehilangan hak memperoleh pendidikan.
“Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi atau minimnya informasi. Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan, kami akan terus hadir memberikan pendampingan agar hak-hak mereka tidak terabaikan,” ujar Fitriyani.
Senada dengan itu, Ketua PKH Kecamatan Meuraxa, Syahril, mengatakan pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar seluruh anak yang berhak memperoleh layanan pendidikan dapat terjangkau.
“Kami akan terus melakukan pendampingan dan berkolaborasi dengan semua pihak agar setiap anak yang berhak mendapatkan layanan pendidikan dapat terjangkau dan memperoleh kesempatan yang sama,” kata Syahril.
Rasa syukur juga disampaikan Khairiah, orang tua dari salah satu anak yang berhasil didaftarkan sebagai calon peserta Sekolah Rakyat. Ia mengaku bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi masa depan anaknya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Fitriyani dan Bapak Syahril. Berkat bantuan mereka, anak saya memiliki kesempatan untuk bersekolah. Ini menjadi harapan besar bagi masa depan keluarga kami,” ungkap Khairiah.

Sementara itu, Ketua Umum IKAWI LSM GMBI, Friska Hanakin, memberikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan Ketua IKAWI Aceh bersama Ketua PKH Kecamatan Meuraxa dalam membantu masyarakat kurang mampu memperoleh akses pendidikan.
“Saya mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian Ketua IKAWI Aceh, Ibu Fitriyani, bersama Ketua PKH Kecamatan Meuraxa, Bapak Syahril, yang telah membuka akses pendidikan bagi dua anak dari keluarga kurang mampu. Apa yang mereka lakukan menunjukkan bahwa kolaborasi, kepedulian, dan aksi nyata mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Friska.
Friska menegaskan IKAWI LSM GMBI akan terus mendorong seluruh pengurus di berbagai daerah agar aktif hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan hak-hak dasar, termasuk akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“IKAWI LSM GMBI berkomitmen untuk terus mendorong seluruh pengurus di berbagai daerah agar aktif hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan, sehingga tidak ada lagi yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi atau kurangnya informasi,” tutupnya. (DR)