Pada kesempatan tersebut, DPP IKAWI juga mengusulkan program literasi digital sebagai upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak di ruang digital.
“Kami juga mengusulkan penguatan literasi digital agar masyarakat, khususnya perempuan dan anak, semakin terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan berbasis online,” kata Friska.
Audiensi juga dilakukan dengan Kementerian Perindustrian RI dan diterima langsung oleh Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza. Dalam pertemuan itu, IKAWI memaparkan program pengembangan industri pengolahan sampah.
Program tersebut didorong karena anggota DPP IKAWI telah aktif mengelola bank sampah di berbagai daerah, sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah yang mengarahkan pengolahan sampah menuju zero waste.
Kementerian Perindustrian menyambut baik gagasan tersebut dan berencana memulai pengembangan secara bertahap, dimulai dari pengolahan limbah plastik. Hasil pengolahan nantinya akan dihubungkan dengan perusahaan furnitur yang membutuhkan bahan baku berbahan plastik daur ulang.
Dalam pembahasan tersebut, DPP IKAWI juga diminta menyiapkan kapasitas pasokan bahan baku yang dapat dipenuhi secara rutin untuk mendukung kebutuhan industri. (DR)