MAKKAH – Pemberangkatan jemaah haji reguler sebanyak 214.000 tidak bisa dilakukan secara serentak, tapi dibagi dalam tiga fase. Tahap pertama pemberangkatan dilakukan mulai pukul 07.00 hingga 12.00 waktu setempat. Kemudian di lanjutkan tahap kedua, mulai pukul 12.00 hingga 16.00, dan tahap terakhir mulai pukul 16.00 hingga tengah malam.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Subhan Cholid mengatakan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyediakan angkutan masyair untuk mengangkut jemaah haji selama puncak haji.
Angkutan berupa bus itu akan melayani empat trayek, yakni Mekkah-Arafah, Arafah Muzdalifah, Muzdalifah-Mina, dan Mina-Mekkah. Menurut Subhan, untuk pem berangkatan jamaah haji dari Mekkah ke Arafah, PPIH telah menyiapkan 21 bus. Jika rata-rata terdapat 3.000 jemaah per maktab, maka dalam tiga putaran jemaah akan selesai diberangkatkan ke Arafah.
“Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, jemaah haji kloter pertama akan tiba di Arafah sekitar pukul 08.00 waktu Arab Saudi,” katanya kepada Media Center Haji (MCH) kemarin. Jemaah haji akan disambut oleh petugas yang telah lebih dulu diberangkatkan ke Arafah tadi malam.
Seusai menjalankan wukuf, jemaah akan mulai didorong ke Muzdalifah menjelang atau ba’da magrib, Sabtu (10/08). Untuk rute Arafah-Muzdalifah, jumlah angkutan yang disediakan menyusut menjadi 6-7 bus permaktab.
Naqobah sengaja membatasi jumlah bus agar tidak memadati jalan raya. Selain itu, karena jarak antara Arafah dan Muzdalifah tidak terlalu jauh, hanya sekitar 5 kilometer. “Artinya kalau satu bus bisa menampung 70 orang, termasuk dengan yang berdiri, maka 6 bus itu akan selesai mengangkut 3.000 jamaah permaktab dalam 7-8 kali putaran,” katanya.
Kepala Satuan Operasional (Kasatop) Armuzna Jaetul Muchlis mengatakan, kelompok komando tadi malam telah diberangkatkan ke Arafah dan Mina untuk mengecek fasilitas-fasilitas di tenda-tenda yang disiapkan. Jika nanti ada kekurangan, bisa segera ditindaklanjuti untuk kesiapan penerimaan jemaah haji.
Pihaknya juga telah menyiapkan sektor adhoc yang akan bertugas di pos-pos stasioner di wilayah Mina. Mereka akan memantau kedatangan dan keberangkatan jemaah dari tenda ke Jamarat dan mengecek kelengkapan jamaah di tenda-tenda.
Mereka juga membantu jemaah haji ketika terjadi kendala. Jemaah yang memiliki keterbatasan fisik diminta tidak melakukan pergerakan ke Jamarat. Mereka bisa mewakilkan kepada jamaah yang lebih kuat untuk melempar jumrah.
Dipihak lain, Dirjen Imigrasi Kerajaan Arab Saudi Sulaiman al-Yahya mengatakan, hingga kemarin jumlah jemaah haji yang tiba di Arab Saudi mencapai lebih dari 1.838.339 orang.
Rinciannya 1.725.455 orang tiba melalui bandara, 95.634 melalui jalur darat, dan 17.250 melalui pelabuhan laut. Jemaah haji internasional yang datang tahun ini 53% atau 969.726 orang di antaranya pria, sisanya 47% atau 868.613 wanita. “Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring semakin dekatnya waktu wukuf Sabtu lusa,” kata Sulaiman al-Yahya saat jumpa pers di Jeddah kemarin. (*)