Bahkan pada November lalu, para petani juga berhasil memanen pisang sebanyak 51 tandan dan berhasil meraup omzet Rp.905.000,0 dan diperkirakan total kapasitas panen pisang mencapai 25 ton yang panennya dilakukan bertahap setiap bulan. Selain pisang, mustahik juga menanami tanaman sela berupa ubi jalar dan telah berhasil melakukan panen sebanyak 1.580kg dengan omzet Rp.1.106.000,00.
Adapun Kelompok Tani “Berkah” telah mengelola kebun pisang seluas 12.000 meter selama hampir setahun terakhir. Dengan luasan itu, petani menanami pisang sebanyak 2.500 pohon yang terdiri dari jenis pisang nangka 30%, pisang uli 20%, pisang tanduk 30%, pisang kepok 10% dan pisang lainnya 10%.
Rencananya, program budidaya pisang ini nantinya akan terus dikembangkan agar lebih banyak lagi mustahik yang menerima manfaatnya. Selain itu untuk meningkatkan nilai tambah dan jual produk, kedepannya para mustahik melalui kelompok baru akan membuat diversifikasi produk olahan pisang yang bahan bakunya berasal dari hasil tanam mustahik.
ZCD merupakan program pemberdayaan yang dikembangkan oleh BAZNAS dengan berbasis komunitas atau desa yang mengintegrasikan aspek dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. Daerah miskin dan tertinggal ini didampingi dan dimandirikan untuk menghasilkan sebuah brand daerah yang mampu mengangkat potensi serta kearifan lokal sehingga berdampak pada kemajuan desa.
“Melalui ZCD, kelompok mustahik diberikan support modal usaha berupa pengadaan peralatan dan perlengkapan budidaya, pelatihan budidaya, pendampingan kelompok dan juga aspek pemasarannya. Selain budidaya pisang, juga dilakukan budidaya ikan nila” pungkas
(AG/DL).