KABUPATEN BOGOR – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia memilih Kabupaten Bogor sebagai salah satu penyelenggara Program Sekolah Penggerak tahap pertama.

Sebelumnya pada bulan Januari 2020 lalu, telah dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) terkait hal ini antara Kabupaten Bogor dengan Kemendikbud. Koordinasi dilakukan secara daring dalam kegiatan sosialisasi Program Sekolah Penggerak kepada kepala sekolah di ruang VIP A Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Senin (15/2).

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menjelaskan sebagaimana dirilis oleh Kemendikbud, hasil survey lembaga internasional Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 menyebutkan 60-70% peserta didik Indonesia secara nasional masih berada dibawah standar kemampuan minimum sains, matematika dan membaca. Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) secara nasional memang cenderung meningkat.

Baca Juga  BNN, FKMB & LBH Pilar Nusa Nyatakan Perang Terhadap Narkoba | Headline Bogor

”Alhamdulillah di Kabupaten Bogor juga selalu meningkat. RLS Kabupaten Bogor tahun 2019 yaitu 8,18 tahun, meningkat dibandingkan tahun 2018 yaitu 7,88 tahun. HLS tahun 2019 adalah 12,45 tahun, meningkat jika dibandingkan tahun 2018 yaitu 12,44 tahun,” terang Iwan.

Iwan menambahkan, Program Sekolah Penggerak sejalan dengan program pembangunan Kabupaten Bogor Pancakarsa khususnya Karsa Bogor Cerdas demi terwujudnya visi Kabupaten Bogor Termaju, Nyaman dan Berkeadaban.

Baca Juga  Silaturahmi Kediaman Ade Yasin, Senior Komedian Jaja Miharja Dukung HADIST | Headline Bogor

Program ini akan menuntut pemanfaatan platform teknologi informasi dan komunikasi yang tentunya perlu didukung oleh akses listrik, jaringan internet, perangkat dan SDM. Untuk itu juga perlu dipersiapkan sarana prasarana pendukungnya.