KOTA BOGOR – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor meluncurkan Satuan Tugas Tanggap Bencana dan Peduli Lingkungan (Santana) di Kampung Bebek, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Ahad (2/8). Satgas ini dibentuk sebagai respons terhadap maraknya pembuangan sampah ke sungai yang memicu risiko bencana lingkungan.
Peluncuran Santana bertepatan dengan puncak peringatan HUT ke-53 KNPI Kota Bogor yang diisi dengan aksi bersih-bersih sungai bersama Wali Kota Bogor, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dispora, BPBD, PUPR, serta perwakilan enam kecamatan.
“Puncak harlah KNPI Kota Bogor hari ini difokuskan pada giat bersih-bersih sungai bersama Wali Kota Bogor beserta jajaran DLH, Dispora, BPBD, PUPR, dan perwakilan dari enam kecamatan,” ujar Ketua Panitia Harlah KNPI Kota Bogor, Sion Toni Samosir.
Saat meninjau lokasi, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengaku prihatin melihat masih banyaknya limbah rumah tangga yang dibuang ke aliran sungai.
“Sedih ya, masyarakat masih belum punya kesadaran. Kantong-kantong plastik itu isinya popok sekali pakai (pampers), plastik bekas mi instan, kopi saset, hingga kain dan baju bekas. Semuanya dibuang ke sungai,” tutur Dedie.
Ia menegaskan menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama karena dampaknya dirasakan hingga wilayah hilir.
“Hari ini kita tidak bisa menunggu dan tidak bisa menyalahkan orang lain. Semua harus bergerak untuk merebut masa depan. KNPI adalah garda terdepan calon-calon pemimpin bangsa yang harus dikuatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Bogor Rivaldo Surya Darmawan mengatakan Santana tidak hanya bertugas saat terjadi bencana, tetapi juga menjalankan edukasi dan mitigasi lingkungan secara berkelanjutan. Personel Santana akan diterjunkan secara bertahap ke enam kecamatan untuk mengedukasi masyarakat, melakukan aksi bersih sungai, penanaman pohon, serta mendukung BPBD saat terjadi bencana.
“Untuk Santana, kami siap bukan hanya persoalan bencana saja, tetapi mitigasi dan mengedukasi masyarakat, terutama untuk tidak buang sampah sembarangan. Tim ini ditargetkan turun ke enam kecamatan,” pungkas Rivaldo. (DR)