
KOTA BOGOR – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Bogor menyoroti polemik Kongres Luar Biasa (KLB) Askot PSSI Kota Bogor yang dinilai tidak profesional dan transparan.
Melalui Ketua Bidang Olahraga DPD KNPI Kota Bogor, Ramdan Ardi Nugraha mengkritik Panitia KLB Askot PSSI Kota Bogor, ia menilai Panitia KLB telah melakukan kesalahan besar dalam persepakbolaan di Kota Bogor.
“Panitia KLB melakukan blunder yang sangat besar. Dimana mereka diduga menjegal salah satu bakal calon Ketua Askot PSSI Kota Bogor tanpa alasan yang tidak jelas,” kata Ramdan dalam keterangannya pada Selasa (29/8)
Atas polemik tersebur, pihaknya meminta dan menuntut kepada Panitia untuk melakukan permintaan maaf kepada seluruh insan sepak bola Kota Bogor khusus.
“Apa bila tidak permintaan maaf, kita akan melakukan aksi yg lebih panas dengan berbagai elemant pecinta sepakbola Kota Bogor,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, bakal calon Ketua PSSI Kota Bogor Dodi Irwan Suparno melayangkan somasi kepada KP KLB PSSI Askot Kota Bogor yang diduga adanya proses verifikasi tidak sesuai dengan Statuta PSSI.
Bakal Calon Ketua PSSI Kota Bogor, Dodi Irwan Suparno melalui kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Sembilan Bintang, Anggi Triana Ismail mengatakan, pihaknya telah melayangkan Somasi kepada Komite Pemilihan Askot PSSI Kota Bogor, karena adanya proses yang diduga tidak sesuai dengan Statuta PSSI.
“Kita telah melayangkan Somasi kepada Ketua Komite Pemilihan, dan akan disusul Somasi juga kepada Komite Banding, karena itu satu kesatuan dimana bagi kami perbuatan mereka anomali dan layak dilayangkan surat peringatan,” ujar Anggi, Sabtu (26/8).
Sebagai kuasa hukum Bakal Calon, Dodi Irwan Suparno, pihaknya telah memohonkan perlindungan hukum kepada PSSI Pusat dan PSSI Provinsi.
“Kita tembuskan juga kepada stakeholder lainnya, salah satunya Presiden Republik Indonesia, hingga presiden FIFA kita kirimkan,” katanya lagi.
Ditempat yang sama Bakal Calon Ketua PSSI Kota Bogor, Dodi Irwan Suparno mengungkapkan, bahwa langkah yang ia lakukan itu untuk memastikan langkah – langkah yang dilakukan oleh KP dan KB Askot PSSI Kota Bogor sesuai dengan statuta PSSI.
“Jangan ujug – ujug menolak, jangan ujug – ujug menggugurkan, banyak hal yang mereka lewati, dan mereka tadi di pertemuan mengakui ada kesalahan, ini saya lakukan ini semata – mata ingin memperbaiki organisasi, dan harus dioperasionalkan dengan Statuta PSSI,” ungkap Dodi.
Menurut Dodi, apa yang terjadi dengan dirinya layaknya bermain sepak bola, pertandingan yang harus dimainkan dengan fair play.
“Saya apresiasi dengan Ketua Komisi Banding dengan mengakui kesalahannya, tinggal actionnya untuk memperbaiki dan segera mencabut SK yang telah dikeluarkannya,” tandasnya. (DR)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !