KOTA BOGOR – Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya menyampaikan dukungan terbuka kepada Komjen. Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si. untuk menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

Ketua KPP Bogor Raya, Beni Sitepu, menyatakan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga marwah institusi Polri di tengah menurunnya kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami meyakini bahwa regenerasi kepemimpinan Polri bukan hanya sebatas rotasi jabatan, melainkan momentum strategis untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap kultur, sistem, dan orientasi pelayanan kepolisian kepada rakyat,” ujar Beni Sitepu.

Baca Juga  Headline Nasional | Kementerian PUPR Lanjutkan Pembangunan RS Akademi UGM

Komjen Fadil dinilai sebagai sosok yang memiliki rekam jejak teruji. Mulai dari menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya hingga saat ini dipercaya sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri sejak 27 Maret 2023, ia dianggap berhasil menunjukkan kepemimpinan yang matang, strategis, dan berani.

“Fadil dikenal berani, tapi tetap mengedepankan pendekatan empati dan sosial. Dalam menghadapi konflik akar rumput, ia tidak anti kritik dan mampu merangkul,” tambah Beni.

Selain itu, nama Fadil disebut bersih dari skandal maupun praktik transaksional yang kerap membayangi institusi Polri.

Baca Juga  Kesehatan | Efektivitas Penandaan Kandungan Pemanis Buatan pada Label Pangan

“Di tengah banyaknya sorotan atas dugaan penyimpangan di tubuh Polri, nama Fadil tetap bersih, tidak terlibat dalam kasus mencoreng institusi,” tegasnya.

Menurut KPP Bogor Raya, Polri membutuhkan figur reformis dan transformatif yang mampu membongkar budaya permisif dan pembiaran terhadap pelanggaran hukum.

“Saatnya Polri dipimpin oleh figur yang bukan hanya tahu soal hukum dan keamanan, tapi juga peka terhadap nurani rakyat dan berani membenahi internal. Komjen Fadil Imran adalah harapan baru untuk wajah Polri yang profesional, modern, dan humanis,” pungkas Beni Sitepu. (DR)