Dalam melaksanakan program mitigasi vegetasi tersebut, BNPB membuat struktur organisasi yang mengkolaborasikan unsur pentahelix, baik itu sipil, militer, dunia usaha, pemerintah, akademisi termasuk masyarakat.

Struktur tersebut sekaligus menindaklanjuti apa yang sudah tertuang dalam Grand Desain Mitigasi YIA. Struktur tersebut diketuai oleh Bupati Kulon Progo dengan tim-tim teknis di bawahnya meliputi dari berbagai unsur, seperti, TNI, POLRI, BPDAS, BPBD Kab Kulonprogo, Kodim Kulonprogo, Fakultas Kehutanan UGM, BBWS PUPERA, BPBD Prov DIY, dan sebagainya yang bisa terlibat dalam perencanaan.

Baca Juga  Headline Nasional | KPAI dan PB Djarum Akhiri Polemik Dengan Kesepakatan Bersama

Sesuai kesepakatan, sebagai operasional taktis di lapangan akan dibagi menjadi 7 sektor di mana pada tiap sektor semua melibatkan masyarakat termasuk tokoh-tokoh kunci dari daerah-daerah yang telah berhasil menerapkan vegetasi di tepi pantai, misalnya tokoh-tokoh dari komunitas di Banyuwangi dan Kebumen.

Langkah selanjutnya ialah membuat perencanaan penanaman vegetasi dengan pembuatan layer berdasarkan jenis tanaman yang dapat hidup di sepanjang pantai kawasan NYIA, seperti tanaman pinago untuk layer pertama, kemudian layer kedua tanaman cemara udang, dan layer ketiga tanaman pule. Perencanaan tersebut segera diselesaikan dalam waktu dua minggu ke depan dikoordinir oleh Universitas Gadjah Mada.

Baca Juga  Headline Nasional | Ketua Komite I DPD Sambut Baik Jenderal Andika Perkasa Sebagai Calon Panglima TNI

Sedangkan sebagai mekanisme perawatan dan pengairan untuk wilayah pesisir, tim teknis akan membuat sumur bor, pompa dan truck tangki untuk mengairi tanaman. Sehingga sabuk pantai vegetasi alami dapat menjadi pengaman dan mengurangi risiko bencana di NYIA. (*)