KOTA BOGOR – Pada hari kamis tgl 11, April 2019 pukul 09.00 s/d 13.00 WIB. dalam moment pemilu 2019 Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum mengadakan Seminar Nasional dengan bertemakan “Masyarakat Post-Politik dan Pemilu 2019. Seminar ini turut dihadiri oleh para tamu undangan dan diikuti oleh dosen dosen serta peserta dari berbagai kampus di Bogor. Begitupula para Narasumber yang telah hadir yaitu Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bpk. Raden Muhammad Mihradi, SH., HM. , Dosen Filsafat Universitas Indonesia Bpk. Dr. Donny Gahral Adian, dan Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu dan Demokrasi Ibu Titi Angraini, SH., MH. dan seminar nasional ini dibuka Oleh Wakil Rektor Bid. Riset, Inovasi dan Kemitraan. Prof. Dr. Ir. H. Didik Notosoedjono, M.Sc sebagai Keynote Speaker dalam Seminar Nasional ini.

“Ditengah kondisi masyarakat yang sedang berlangsungnya Pesta Demokrasi Pemilu 2019, banyak hal hal negatif yang bermunculan ditengah berlangsungnya pesta Pemilu 2019, seperti hoax, black campaign dan penegakan hukum yg dinilai diskriminasi, bahkan dapat kita saksikan telah muncul tingkah laku masyarakat yang saling lapor melaporkan ke kepolisian atas dasar berbeda pilihan dalam kontestasi pemilu 2019, hal tersebut sungguh mengancam keutuhan, kesatuan dan keberagaman negri ini, padahal konstestasi pemilu 2019 ini bukan hanya soal pemimpin 5 tahun mendatang saja, namun akan pentingnya keutuhan dan kesatuan dalam menjaga moralitas bangsa dan keberlangsungan negeri ini.

Slavoj Žižek seorang filsuf psikoanalitik Slovenia menggunakan istilah post-politik ini dengan mengacu pada kritik Jacques Rancière tentang demokrasi konsensus. Karena politik Rancière tentu bersifat konflik, bidang politik bebas konflik yang ia sebut polisi (serangkaian prosedur untuk mengatur kekuasaan, konsensus yang dihasilkan dan tempat serta peran dalam masyarakat yang dikaitkan ). Žižek memahami melalui post politik penolakan politik yang mendukung langkah-langkah kebijakan , negosiasi tanpa akhir serta manajemen politik.

Baca Juga  Diah Pitaloka Minta Pemkot Bogor Lakukan Kajian dan Mitigasi Kebencanaan

Hal ini yang mendasari kami Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pakuan untuk mengadakan Seminar Nasional sebagai bahan kajian dan nutrisi pengetahuan yang akan didapat oleh Mahasiswa, akademisi dan masyarakat lain yang akan terlibat dalam pesta demokrasi pemilu 2019” ujar Fadil selaku ketua pelaksana.

“Mengangkat tema Masyarakat Post-Politik dan Pemilu 2019 bukanlah perkara yang mudah karena sebagaimana yang kami ketahui literasi dan referensi mengenai Post-Politik ini masih sangat sedikit. Namun sangat menarik untuk dibahas setelah saya konsultasikan dengan akademisi dan salah seorang komisioner KPU Kota Bogor. Meski tidaklah mudah, kami tetap melaksanakan seminar nasional sebagai bentuk pencerdasan dan bahan kajian bagi para mahasiswa, akademisi, dan masyarakat lainnya yang terlibat dalam pemilu 2019. Saya ucapkan terimakasih kepada Dekan Fakultas Hukum, Komisioner KPU Kota Bogor dan Alumni Kelembagaan Mahasiwa Fakultas Hukum Universitas Pakuan yang telah mensupport kegiatan ini. Kami juga turut mengundang teman teman mahasiswa kampus se-bogor. Semoga kegiatan Seminar Nasional ini bisa bermanfaat untuk banyak orang. Aamiin” Ujar Wiguna selaku Ketua BEM FH UNPAK. (*)