OPINI – Entah harus mulai dari mana kita berbicara, entah harus dari mana kita berdialektika, entah harus dari mana kita ambil litelatur, banyak sekali yang memperbincangkan persatuan Indonesia.
Memang nya kenapa dengan Indonesia ? Apa kah sedang ada serangan dari luar yang akan memisahkan atau pun perpecahan di antara kita? Atau mungkin kita sendiri Yang akan membuat perpecahan itu? Kita tidak tau.
Banyaknya golongan – golongan, banyaknya organisasi – organisasi yang menyatakan nasionalis, tetapi masih ada dekat dari dirinya sendiri di mana ke seimbangan pikiran otak Kiri, Maupun kanan masih tidak bisa kita negosiasi dengan cara Yang sangat sederhana. Banyak sekali orang orang di luar sama di luar wadahnya pembelajaran yang menjadi proses sebuah keilmuan Yang akan kita petik untuk sebuah proses Yang akan kita hadapi.
Persatuan dan kesatuan tidak akan pernah terjadi. Kalau kita saja sendiri masih berputar kutat dalam semua kepentingan kepentingan ego centrum, kepentingan kepentingan diri sendiri, kepentingan kepentingan golongan nya.
Kita mungkin lupa bahwa sesungguhnya musuh kita itu ialah kapitalisme dan imprialisme kita sendiri Yang dimna kita hanya sibuk untuk bagaimna kita harus hidup? bagaimna kita besok makan? bagaimna kita harus tidur? bagaimna kita nanti me nikah?
Yah itu lah Yang membuat perpecahan perpecahan terjadi, karena dengan diri sendiri nya saja kita tidak bisa bernegosisasi, meskipun bung karno me lakukan negosiasi dengan jepang untuk kemerdekaan, dan di benci sama Tan Malaka, ini akan menjadi awal suatu pertanyan Yang mendasar, kenapa demikian ? (Silahkan berkaca lagi untuk diri kita sendiri).
Ini pasti akan menjadi suatu perdebatan Yang tidak akan pernah selesai, kalau kita tidak bersatu!!!
Yah harapan harapan pasti banyak dan pasti lebih banyak lagi dari setiap orang Yang suka membaca Yang suka Menelaah, Yang suka memperdalam suatu khasanah keilmuan nya. Mesti demikian kita pasti akan di sorot terus terusan dengan perspektif diri sendiri, tanpa adanya suatu ilmu pengetahuan Yang di pelajarinya.
Dalam buku “di bawah bendera revolusi” jilid I Bung karno. Di mana pertama sekali dia menuliskan |Nasionalistis, islamistis, dan maxismistis| banyak perdebatan – perdebatan dan pertanyaan – pertanyaan Yang memang ini menjadi cikal bakalnya persatuan.
Pada masa itu bung karno sendiri sudah menuliskan dan merumuskan malah berkata apa perlu dengan di contohkan? Bagaimna golongan – golongan Yang berbeda bisa di satukan.
Dan ternyata ini adalah suatu bentuk tipisnya kepercayaan Yang dimna isinya adalah “pengetahuan”
Maka dari pada itu kita mangajak semua main stakeholder, tokoh masayarakat, organisasi mahasiswa dengan berbagai latar belakang Yang di Terima dari doktrin pertamanya. Untuk menjaga suatu peradaban Yang merangkul semua, Yang menyampa semua berjuta juta kaum, untuk terus kita kiprahkan dengan keilmuan kita masing masing agar kita semua “Merdeka Sejak Dalam Pikiran” Mari kita sama sama kepalkan tangan Kiri kita untuk melawan dan menghancurkan musuh kita. Bung karno berbicara dan ikuti perkataan saya.
(Fera Priyatna – GMNI bogor)